SpaceX Incar Proyek Drone Tempur AI Senilai US$100 Juta

drone tempur AI
Sumber Foto : Canva

Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, dilaporkan mulai merambah sektor pertahanan dengan mengikuti tender proyek drone tempur AI bernilai sekitar US$100 juta atau setara Rp1,69 triliun. Informasi ini pertama kali diberitakan oleh Bloomberg pada Senin (23/2/2026).

Dalam proposal tersebut, SpaceX menawarkan konsep kawanan drone atau drone swarm yang dikendalikan melalui perintah suara seorang komandan. Sistem ini dirancang mampu bergerak secara terkoordinasi dan memburu target tertentu dengan dukungan kecerdasan buatan.

Proyek ini disebut akan melibatkan xAI, perusahaan AI lain milik Musk yang mengembangkan chatbot Grok dan terintegrasi dengan platform media sosial X. Keterlibatan xAI dinilai krusial dalam pengembangan sistem otonom berbasis AI tersebut.

Kolaborasi AI untuk Sistem Otonom Militer

Tender pengembangan sistem pertahanan otonom ini dijalankan oleh Unit Inovasi Pertahanan bersama Defense Autonomous Warfare Group (DAWG) dari United States Special Operations Command. Program tersebut bertujuan menggandeng perusahaan teknologi guna mempercepat inovasi drone militer.

Penggunaan drone dalam konflik modern memang meningkat pesat. Perang antara Rusia dan Ukraina memperlihatkan bahwa drone kini menjadi komponen strategis di medan tempur. Situasi ini mendorong Departemen Pertahanan Amerika Serikat untuk mempercepat produksi dan inovasi teknologi nirawak.

Jika proyek drone tempur AI ini terealisasi, SpaceX perlu membangun keahlian baru di luar bisnis utamanya. Selama ini perusahaan tersebut dikenal sebagai penyedia layanan peluncuran roket dan satelit, termasuk untuk kebutuhan militer.

Rekam Jejak SpaceX di Sektor Pertahanan

SpaceX sebenarnya telah lama bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS. Roketnya rutin digunakan untuk meluncurkan satelit militer. Selain itu, layanan internet satelit Starlink juga memiliki versi khusus militer bernama Starshield.

Meski demikian, SpaceX belum pernah memproduksi sistem persenjataan secara langsung. Karena itu, masuknya perusahaan ke proyek sistem pertahanan otonom akan menjadi langkah baru dalam ekspansi bisnisnya.

Sejumlah analis menilai keterlibatan xAI kemungkinan lebih dominan dibandingkan SpaceX sendiri. xAI diketahui telah mengantongi kontrak bernilai ratusan juta dolar untuk mengintegrasikan teknologi Grok ke dalam jaringan militer AS. Sektor pertahanan pun dipandang sebagai peluang besar untuk memonetisasi teknologi AI secara lebih stabil.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *