Penelitian Ungkap Bahan Kimia Beracun pada Headphone Terkemuka

bahan kimia beracun
Sumber Foto : Canva

Kelompok riset ToxFree LIFE for All menemukan adanya bahan kimia beracun pada headphone yang beredar di pasaran. Temuan ini mencakup berbagai merek ternama seperti Apple, Bose, Panasonic, dan Sony. Dalam laporan resminya, tim peneliti menyebutkan bahwa zat berbahaya tersebut berpotensi meningkatkan risiko kanker pengguna.

Penelitian dilakukan terhadap 81 produk headphone dari berbagai segmen. Sampel mencakup model earbuds hingga tipe over-ear yang menutup seluruh daun telinga. Produk dibeli langsung dari pasar domestik di Austria, Republik Ceko, Hungaria, Slowakia, dan Slovenia. Sebagian sampel juga diperoleh melalui platform ritel daring seperti Shein dan Temu.

Perwakilan ToxFree LIFE for All menyatakan bahwa zat berbahaya terdeteksi pada seluruh produk yang diuji. Laporan tersebut dikutip oleh PC Gamer pada Senin (23/02/2026). Peneliti menegaskan bahwa sumber utama senyawa kimia itu berasal dari formulasi plastik yang digunakan dalam komponen perangkat audio.

Jenis Zat Berbahaya yang Ditemukan

Uji laboratorium mengidentifikasi beberapa senyawa berisiko, antara lain bisphenol, phthalate, serta kelompok polyfluoroalkyl dan perfluoroalkyl (PFAS). PFAS dikenal luas sebagai “bahan kimia abadi” karena sulit terurai di lingkungan. Sejumlah studi ilmiah independen menunjukkan bahwa paparan jangka panjang zat tersebut dapat berdampak serius pada kesehatan.

Menurut laporan itu, paparan berulang terhadap bahan kimia beracun pada headphone dapat meningkatkan risiko kanker pengguna. Selain itu, terdapat potensi gangguan perkembangan saraf serta perubahan hormonal pada pria.

Mekanisme Paparan ke Tubuh

ToxFree menjelaskan bahwa bahan kimia sintetis pada plastik bersifat mudah berpindah. Paparan panas tubuh, tekanan, dan keringat dapat mempercepat pelepasan zat tersebut. Setelah bercampur dengan keringat, senyawa kimia berpotensi terserap melalui pori-pori kulit.

Menariknya, konsentrasi tertinggi zat berbahaya justru ditemukan pada komponen plastik keras. Kadar tersebut lebih tinggi dibandingkan bagian bantalan busa yang lembut. Temuan ini dinilai sebagai fakta yang tidak terduga.

Sebagai langkah pencegahan, laporan tersebut menyarankan penggunaan pengeras suara eksternal bila memungkinkan. Jika tetap memakai headphone, pengguna dianjurkan membatasi durasi pemakaian dan tidak menggunakannya saat tidur.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di https://roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *