Kerja Sama Industri Semikonduktor RI-AS, Investasi US$4,9 Miliar di Batam

kerja sama industri semikonduktor
Sumber Foto : Canva

Indonesia memperkuat kerja sama industri semikonduktor dengan menggandeng dua perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, yakni Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA. Kolaborasi ini diwujudkan melalui proyek PSN Wiraraja GESEIP yang berlokasi di Galang, Batam.

Nilai investasi tahap awal proyek tersebut mencapai US$4,9 miliar atau sekitar Rp82,8 triliun. Angka ini menunjukkan komitmen besar dalam penguatan ekosistem semikonduktor dan energi bersih di Indonesia.

Peran Essence Global Group dalam Penguatan Teknologi

Dalam kerja sama industri semikonduktor ini, Essence Global Group berfokus pada pemurnian polysilicon untuk kebutuhan industri chip dan sel surya. Kegiatan tersebut dijalankan melalui PT Essence Global Indonesia.

Perusahaan teknologi ini dikenal memiliki portofolio inovasi di bidang energi, komputasi, dan material maju. Salah satu teknologi andalannya adalah Essence Power System (EPS), yakni sistem energi hidrogen plasmonik yang ramah lingkungan dan bebas emisi.

Selain itu, Essence juga mengembangkan baterai Advanced Sodium-Ion Storage yang dinilai lebih aman dibandingkan litium. Teknologi Hydrogen-on-Demand (HoD) turut menjadi bagian dari solusi energi mandiri untuk infrastruktur edge computing.

Di luar sektor energi, perusahaan ini menggarap prosesor fotonik berbasis kecerdasan buatan, bangunan ultra-berkelanjutan, hingga material komposit dan nanoteknologi. Dalam proyek PSN Wiraraja GESEIP, Essence juga mendukung pembangunan fasilitas manufaktur dan riset teknologi mutakhir di Batam.

Struktur kepemimpinan perusahaan ini diisi oleh sejumlah eksekutif berpengalaman, termasuk Dr. Chester A. Coleman sebagai Presiden dan CTO serta Mark G. Hollo sebagai CEO.

Kontribusi Tynergy Technology di Batam

Sementara itu, Tynergy Technology Corporation USA mengambil peran penting dalam pengembangan manufaktur semikonduktor dan sistem penyimpanan energi. Perusahaan ini menitikberatkan bisnis pada energi bersih dan ketahanan rantai pasok global.

Fokus Tynergy mencakup produksi wafer dan ingot semikonduktor dari silika, serta pengembangan baterai sodium-ion dan flywheel magnetik. Inovasi tersebut mendukung target kerja sama industri semikonduktor yang berkelanjutan.

Di Batam, Tynergy bermitra dengan Wiraraja Group dan Mirah Group untuk membangun fasilitas manufaktur. Perusahaan ini juga membentuk PT Energy Tech Indonesia guna mengembangkan fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium-ion berkapasitas 150 MW.

Proyek PSN Wiraraja GESEIP juga terhubung dengan Solanna Akimel 7 Technopark di Arizona, Amerika Serikat. Kolaborasi lintas negara ini bertujuan memperlancar transfer teknologi semikonduktor dan sel surya.

Secara keseluruhan, kerja sama ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global semikonduktor. Investasi besar yang masuk juga membuka peluang pengembangan industri teknologi tinggi di dalam negeri.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *