Tyson Foods berupaya menenangkan investor terkait rencana suksesi, menyusul pengunduran diri salah satu eksekutif yang dipandang sebagai calon CEO masa depan. Keputusan itu diumumkan setelah Chief Supply Chain Officer, Brady Stewart, meninggalkan perusahaan akibat pelanggaran kode etik. Perusahaan belum merinci pelanggaran yang dimaksud.
Sebagai pengganti, Tyson menunjuk Devin Cole, sebelumnya memimpin unit unggas dan internasional, menjadi Chief Operating Officer. Cole kini memimpin unit unggas, internasional, serta bisnis daging sapi, babi, dan makanan siap saji.
Dampak Perubahan Manajemen
Pengumuman perubahan manajemen mengejutkan pasar, membuat saham Tyson turun ke level terendah satu bulan. Beberapa analis sebelumnya melihat Stewart, mantan COO Smithfield Foods, sebagai kandidat potensial pengganti CEO Donnie King.
Cole menegaskan mekanisme suksesi perusahaan berjalan baik. Dalam konferensi Barclays Global Consumer Staples, ia menyatakan pengalamannya di unit daging sapi, babi, dan makanan siap saji membuatnya siap menghadapi peran baru tanpa perubahan signifikan.
Meski menghadapi tekanan dari pengeluaran konsumen yang berhati-hati dan kerugian di bisnis daging sapi akibat pasokan ternak yang rendah, Tyson menaikkan proyeksi pendapatan tahunan setelah margin laba di unit unggas, babi, dan makanan siap saji membaik.
Heather Jones, analis agrikultur dan pendiri Heather Jones Research, mengatakan Stewart sebelumnya berhasil meningkatkan kinerja unit daging dan dianggap sebagai calon pemimpin masa depan. “Kepergiannya tentu mengejutkan,” ujarnya.
Tyson Foods kini menegaskan strategi suksesi tetap berjalan, meski perubahan manajemen tidak terduga.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.