Innio berhasil menghimpun dana sebesar US$2,43 miliar melalui penawaran umum perdana (IPO) di Amerika Serikat, didorong tingginya minat investor pada sektor infrastruktur energi pendukung kecerdasan buatan. Langkah ini menandai salah satu transaksi besar di pasar modal AS tahun ini dalam tren IPO Innio 2025 yang menguat di sektor energi dan teknologi.
Perusahaan berbasis di Munich tersebut melepas 90 juta saham dengan harga US$27 per lembar, berada di batas atas kisaran harga penawaran US$24 hingga US$27. Saham Innio akan resmi diperdagangkan di Nasdaq dengan kode “INIO” pada perdagangan Kamis waktu setempat.
Investor utama Innio, AI Alpine yang dimiliki oleh Advent International dan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), menjadi pihak yang melepas saham dalam aksi korporasi tersebut. IPO ini turut ditangani oleh Goldman Sachs, JPMorgan, dan Morgan Stanley sebagai joint book runners.
Lonjakan Permintaan Energi untuk AI
Kinerja IPO ini tidak terlepas dari meningkatnya kebutuhan energi untuk pusat data dan ekosistem kecerdasan buatan. Model bisnis gas engine AI yang dikembangkan Innio menjadi semakin relevan seiring tumbuhnya pembangunan data center global yang membutuhkan pasokan listrik stabil dan terdesentralisasi.
Perusahaan memproduksi mesin gas melalui merek Jenbacher dan Waukesha yang digunakan dalam infrastruktur penting seperti pusat data, microgrid, hingga stabilisasi jaringan listrik industri. Permintaan dari sektor data center tercatat melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir.
Pertumbuhan Bisnis dan Ekspansi
Innio mencatat lonjakan signifikan dalam pesanan peralatan untuk data center, dari hanya US$27 juta pada 2023 menjadi US$2,28 miliar pada 2025. Perusahaan juga telah mengamankan sejumlah kontrak besar, termasuk proyek pembangkit listrik multi-gigawatt untuk pusat data skala besar.
Sejak diakuisisi Advent pada 2018 melalui pembelian unit distributed power milik General Electric senilai US$3,25 miliar, Innio terus melakukan ekspansi, khususnya di Amerika Utara. Investasi pada kapasitas produksi dan perakitan di AS turut memperkuat posisinya di pasar global.
Di bawah kepemilikan Advent dan ADIA, perusahaan memperkuat fokus pada peluang pertumbuhan tinggi yang berkaitan dengan transisi energi dan kebutuhan infrastruktur digital.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com