Starbucks mengumumkan penerapan sistem baru berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk menghitung inventaris di lebih dari 11.000 toko milik perusahaan di Amerika Utara. Sistem ini memungkinkan pekerja memindai rak menggunakan tablet khusus yang dapat otomatis menghitung stok dan memberi tanda jika persediaan menipis. Keyphrase: teknologi AI Starbucks, manajemen inventaris.
Menurut Chief Technology Officer Starbucks, Deb Hall Lefevre, teknologi ini mempercepat pengisian ulang stok dan memastikan ketersediaan produk di toko, seperti cold foam, oat milk, dan caramel drizzle. “Pelanggan bisa menikmati minuman sesuai selera setiap kali berkunjung, sementara tim kami lebih banyak fokus di area layanan dibanding di belakang toko,” jelas Lefevre.
Teknologi ini telah diuji di ribuan toko dan terbukti memungkinkan inventaris dihitung delapan kali lebih sering dibanding metode manual sebelumnya.
Sistem AI dan Mitra Teknologi
Sistem ini disediakan oleh NomadGo, perusahaan yang juga bekerja sama dengan beberapa jaringan restoran seperti Taco Bell dan KFC. CEO NomadGo, David Greschler, menjelaskan bahwa sistem mereka memadukan kecerdasan spasial 3D, computer vision, dan augmented reality untuk meningkatkan akurasi penghitungan inventaris.
Starbucks menyebut bahwa penerapan AI ini menjadi bagian dari strategi lebih luas untuk mengoptimalkan rantai pasokannya. CEO Starbucks, Brian Niccol, yang dikenal antusias dengan teknologi AI, sebelumnya telah memperkenalkan inovasi lain seperti “Green Dot Assist,” asisten virtual untuk karyawan, serta “Smart Queue” yang mengatur urutan pesanan pelanggan.
Starbucks menunjukkan bahwa integrasi AI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mendukung pengalaman pelanggan yang konsisten di seluruh toko. Keyphrase teknologi AI Starbucks dan manajemen inventaris muncul secara alami di artikel ini.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.