Pajak Baru India: Barang Mewah Naik, Kebutuhan Sehari-hari Lebih Murah

India menerapkan reformasi pajak konsumen terbesar dalam delapan tahun terakhir, yang menurunkan tarif untuk kebutuhan sehari-hari dan elektronik. Barang-barang harian kini hanya dikenai pajak 5%, sementara kendaraan mewah mendapat tarif flat 40%, turun dari sebelumnya hingga 50%.

Namun, reformasi ini meningkatkan pajak untuk pakaian bernilai lebih dari 2.500 rupee (sekitar 29 USD) menjadi 18%. Kebijakan ini berdampak langsung pada merek global seperti Zara, Levi Strauss, Lacoste, Nike, H&M, Uniqlo, Gap, dan Marks & Spencer. Segmentasi pakaian premium yang bernilai tinggi saat ini diperkirakan menyumbang 18% dari industri pakaian India senilai 70 miliar USD, menurut Datum Intelligence.

Tekanan pada Industri Fesyen Global

Para eksekutif industri fesyen menyebut bahwa pajak tinggi bisa menekan pertumbuhan penjualan. “Harga di atas 2.500 rupee kini dianggap standar, bukan barang mewah lagi. Margin ritel sudah tipis, ditambah biaya operasional tinggi,” kata seorang CEO merek asing di India yang meminta namanya dirahasiakan.

Kebijakan ini juga menambah tekanan bagi produsen domestik yang mengekspor ke AS, menghadapi tarif tinggi hingga 50% dari pemerintahan Donald Trump. Produk pakaian premium, yang menjadi favorit kalangan menengah dan muda, kini lebih sensitif terhadap harga. Misalnya, hampir semua produk di website Superdry India dan Lacoste India berada di atas ambang pajak baru 18%.

Asosiasi Produsen Pakaian India (CMAI) menyebut kenaikan pajak ini bisa menjadi tantangan besar, karena barang bernilai lebih dari 2.500 rupee dikonsumsi secara luas oleh masyarakat menengah. Dampaknya dikhawatirkan menekan pertumbuhan industri dan ekspor.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *