Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberlakukan tarif impor AS yang tinggi pada banyak negara dengan alasan untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan ekonomi, dan memperbesar penerimaan pajak. Namun, kebijakan ini menuai kritik karena dikhawatirkan mendorong eksportir beralih ke pasar lain, khususnya China, sekaligus meningkatkan harga barang bagi konsumen Amerika.
Brasil, produsen kopi terbesar dunia, terkena tarif impor AS sebesar 50%. Kebijakan ini membuat Amerika Serikat yang selama ini menjadi pasar utama berpotensi kehilangan pasokan kopi. Padahal, Brasil menyuplai hampir sepertiga kebutuhan kopi di AS.
China Jadi Tujuan Baru
Akibat tarif tersebut, para eksportir Brasil kini lebih melirik pasar China yang tengah berkembang pesat dengan budaya kafe modernnya. Menurut konsultan rantai pasok Hugo Portes, langkah ini justru mempererat hubungan dagang Brasil dengan China. Ia menyebut lebih dari 180 perusahaan kopi Brasil mendaftar untuk ekspor ke China sejak Juli lalu, langkah yang dinilai belum pernah terjadi sebelumnya.
Selain China, pasar di Jepang dan Eropa juga menunjukkan tren positif. Bahkan, Brasil telah menandatangani kontrak miliaran dolar dengan Luckin Coffee, jaringan kafe besar asal Tiongkok.
Harga Kopi di AS Naik
Bagi konsumen Amerika, dampak tarif impor AS diperkirakan akan terasa langsung. Konsultan kopi Luke Waite memperkirakan harga kopi di kafe bisa naik sekitar 7% karena biaya impor meningkat hingga 25% per kantong biji kopi Brasil.
India dan Produk Lain
India juga terdampak tarif tinggi AS, terutama pada ekspor teh dan seafood. Sebagian eksportir kini berusaha memperluas pasar ke China dan Eropa. Asosiasi eksportir India menilai kebijakan ini berisiko menekan usaha kecil di Amerika karena pasokan impor menjadi terbatas.
Konsumen Amerika Menanggung Beban
Banyak pelaku usaha AS menilai sulit menggantikan produk impor tertentu, seperti kopi dan seafood, dengan produksi lokal. Sejumlah perusahaan besar, termasuk Walmart, telah memberi sinyal kemungkinan menaikkan harga untuk menutup biaya tambahan.
Meski begitu, beberapa eksportir India dan Brasil tetap optimistis. Mereka menyebut sudah melakukan diversifikasi pasar sehingga tidak hanya bergantung pada Amerika Serikat.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.