Di tengah tantangan ekonomi dan melemahnya daya beli masyarakat, penyedia layanan internet rumah murah terus berinovasi demi merebut jutaan pelanggan baru. Dua pemain besar yang sedang bersaing ketat adalah MyRepublic dan Surge (PT Solusi Sinergi Digital Tbk./WiFi), masing-masing mengusung strategi yang berbeda dalam memperluas jangkauan pasar.
Surge Targetkan 5 Juta Pelanggan lewat Internet Murah
Surge, emiten yang terafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo, berambisi menjaring 5 juta pelanggan layanan internet cepat hingga akhir tahun 2025. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan menawarkan paket internet dengan kecepatan hingga 200 Mbps seharga hanya Rp100.000, menyasar segmen masyarakat menengah ke bawah.
Direktur Utama Surge, Yune Marketatmo, menegaskan bahwa harga tersebut bukan sekadar promosi sementara. “Ini bukan promo sebulan dua bulan lalu naik. Harga ini akan diterapkan secara berkelanjutan,” ujarnya dalam wawancara yang dikutip Kamis (17/7/2025).
Menurut Yune, efisiensi operasional menjadi kunci Surge dapat menawarkan layanan berkecepatan tinggi dengan harga terjangkau. Namun, ia memilih untuk tidak mengungkap strategi internal tersebut. Ia menyebut target lima juta pelanggan dalam waktu setahun sebagai tantangan besar yang membuatnya sulit tidur.
Yune menambahkan, dari total sekitar 220 juta pengguna internet di Indonesia, baru 15% yang dijangkau oleh penyedia internet rumah. Hal ini membuka peluang ekspansi besar bagi Surge, yang menargetkan bisa menjangkau hingga 40 juta pengguna dalam lima tahun ke depan. Untuk saat ini, paket internet Rp100.000 dari Surge sudah tersedia dan digunakan di kawasan Jabodetabek.
MyRepublic Gandeng Corning untuk Tingkatkan Kualitas Jaringan
Sementara itu, MyRepublic melalui PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. mengedepankan inovasi teknologi dengan menggandeng Corning, perusahaan rekayasa material dan pionir dalam teknologi serat optik pasif. Kolaborasi ini bertujuan menekan biaya infrastruktur sambil meningkatkan efisiensi instalasi jaringan layanan internet cepat berbasis Fiber to the Home (FTTH).
Teknologi Evolv Pushlok dari Corning yang digunakan dalam kerja sama ini dirancang khusus untuk kondisi lingkungan permukiman. Konektor ini berukuran setengah dari versi sebelumnya dan dapat terhubung ke terminal empat kali lebih ringkas, mempercepat proses instalasi kabel bawah tanah.
Timotius Max Sulaiman, CEO MyRepublic Indonesia, mengatakan bahwa teknologi ini memungkinkan perusahaan menurunkan ongkos pemasangan tanpa mengorbankan kecepatan internet. “Kami ingin masyarakat tetap bisa menikmati koneksi yang cepat dan stabil,” ujar Timotius.
Uji coba kolaborasi ini akan dilakukan di salah satu kawasan perumahan di Jakarta. MyRepublic sendiri telah mencatatkan satu juta pengguna aktif di awal tahun dan menargetkan dapat menjangkau dua juta pelanggan hingga akhir tahun 2025.
Dengan semakin ketatnya kompetisi di industri internet rumah, masyarakat kini memiliki lebih banyak pilihan layanan yang cepat dan terjangkau. Baik lewat strategi tarif murah maupun adopsi teknologi terbaru, para penyedia layanan berlomba-lomba memberikan solusi konektivitas terbaik untuk konsumen Indonesia.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : bisnis.com






