Peluang dan Strategi Bank dalam Menyalurkan Kredit Pensiunan

kredit pensiunan
Sumber Foto : Freepik

Segmen kredit pensiunan kini menjadi incaran banyak bank. Stabilitas pendapatan dan risiko pembiayaan yang rendah menjadikan segmen ini sangat menjanjikan. Bank juga meluncurkan layanan untuk pensiunan seperti tabungan khusus, bunga kompetitif, serta persyaratan yang mudah.

Bank Woori Saudara (BWS) menjadikan kredit pensiunan sebagai produk unggulan. Menurut Direktur Risiko dan Kepatuhan BWS, Wuryanto, pada 2024 nilai kredit pensiunan yang masih berjalan (outstanding) mencapai Rp 21,19 triliun. Dana ini digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi, usaha, hingga kebutuhan harian.

BWS memiliki kemitraan dengan Taspen dan Asabri. Namun, mereka tetap terbuka untuk bekerja sama dengan instansi lain guna memperluas segmen pasar. Meski menjanjikan, bisnis ini menghadapi tantangan berupa menurunnya jumlah ASN dan TNI/Polri yang pensiun karena usia pensiun kini diperpanjang.

Strategi Mengelola Risiko Kredit Pensiunan

Untuk menjaga kualitas kredit, BWS memilih debitur dengan usia lebih muda dan kondisi kesehatan yang baik. Hal ini memastikan mereka tetap produktif dan mampu membayar pinjaman. Selain itu, bank juga menggunakan sistem pemantauan berbasis web yang disiplin dan berkelanjutan.

Evaluasi risiko dilakukan rutin, termasuk menilai keberlanjutan finansial nasabah serta memperhitungkan angka kematian dan risiko pasar. Saat ini, sekitar 20% dana tabungan ritel BWS berasal dari tabungan pensiunan. Bank berharap proporsi ini terus meningkat seiring perbaikan layanan.

Di sisi lain, Bank BPD DIY juga fokus menyalurkan kredit ke segmen pensiunan. Kredit Purnakarya mereka tumbuh 4,96% secara year-to-date per Mei 2025, naik dari Rp 833,6 miliar menjadi Rp 846,7 miliar. Dari 45.395 nasabah pensiunan, baru 13.397 yang mengambil fasilitas kredit.

Menurut Direktur Pemasaran dan Usaha Syariah BPD DIY, Raden Agus Trimurjanto, bunga yang kompetitif dan kemudahan pengajuan di seluruh cabang menjadi daya tarik utama. Kualitas kredit terjaga baik, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) hanya 0,61%.

Bank Lain Ikut Gencar Menyasar Kredit Pensiunan

Bank Mandiri Taspen juga aktif menyalurkan kredit untuk pensiunan. Per April 2025, total kredit mereka mencapai Rp 47,4 triliun, naik 10,57% dari tahun lalu. Sekitar 90% portofolio kredit bank ini berasal dari pensiunan dan calon pensiunan.

Direktur Bisnis Bank Mandiri Taspen, Maswar Purnama, menyatakan bahwa target pertumbuhan kredit 2025 sebesar 11,6%. Strategi mereka mencakup optimalisasi nasabah aktif, kerja sama dengan PT Taspen, serta pendekatan ke nasabah payroll Bank Mandiri yang akan pensiun dalam tiga tahun ke depan.

Bank ini juga menerapkan prinsip kehati-hatian. Mereka melakukan verifikasi kesehatan secara ketat dan mengevaluasi risiko nasabah secara berkala. Dari total 565.000 pensiunan, baru sekitar 300.000 yang mengakses kredit. Artinya, masih ada sekitar 265.000 nasabah potensial. Potensi ekspansi kredit dari kelompok ini mencapai hampir Rp 3 triliun.

Tak ketinggalan, KB Bank baru saja mengakuisisi portofolio kredit pensiunan milik Bank Capital Indonesia senilai Rp 1 triliun. Wakil Direktur Utama KB Bank, Robby Mondong, menyebut segmen pensiunan sebagai bagian penting dari bisnis ritel mereka.

Ia menekankan pentingnya pendekatan humanis untuk melayani pensiunan. KB Bank ingin memastikan mereka mendapat pembiayaan yang adil, cepat, dan mudah. Selain kredit pensiunan, KB Bank juga menawarkan produk lain seperti kredit pra pensiun, KPR, hingga kartu kredit.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *