Lotus Pertimbangkan Pindahkan Produksi dari Inggris ke AS Akibat Tarif Impor

tarif impor mobil
Sumber Foto : Freepik

Produsen mobil sport asal Inggris, Lotus, tengah mempertimbangkan pemindahan basis produksi dari Inggris ke Amerika Serikat akibat tingginya tarif impor mobil. Keputusan ini dipicu oleh beban biaya yang terus meningkat akibat kebijakan perdagangan AS, dan dapat mengancam sekitar 1.300 pekerjaan di markas Lotus di Hethel, Norfolk.

Sumber internal mengonfirmasi kepada BBC bahwa perusahaan sedang meninjau kemungkinan relokasi, terutama karena produksi mobil Lotus yang diekspor ke Amerika kini dikenakan pajak impor hingga 25%. Situasi ini memperburuk kondisi setelah pabrik Lotus di Hethel sempat menghentikan produksi sementara akibat ketidakpastian pasar.

Tarif Impor Mobil Hambat Ekspor Inggris

Amerika Serikat adalah pasar strategis bagi Lotus, namun kebijakan tarif impor mobil yang tinggi telah menekan daya saing produk mereka. Hingga kesepakatan dagang baru diberlakukan pada akhir Juni, tarif ekspor kendaraan ke AS masih berada di level 27,5%.

Meski pemerintah Inggris dan AS telah menyepakati penurunan tarif menjadi 10%, kebijakan ini hanya berlaku untuk 100.000 unit mobil per tahun. Hal ini membuat banyak produsen, termasuk Lotus, terpaksa menanggung tarif tinggi untuk kendaraan yang dikirim sebelum batas waktu tersebut.

Restrukturisasi dan Efisiensi Bisnis

Lotus, yang kini dimiliki oleh Geely—konglomerat otomotif asal Tiongkok—juga tengah melakukan restrukturisasi terhadap operasional globalnya. Selain Inggris, Lotus memiliki fasilitas produksi di Wuhan, Tiongkok, dan terus mengkaji strategi produksi yang lebih efisien dalam menghadapi tantangan pasar global.

Pada April lalu, Lotus mengumumkan pemangkasan 270 pekerjaan karena dampak tarif dan ketidakpastian ekonomi. Meskipun perusahaan menyatakan tetap berkomitmen terhadap pasar Inggris, mereka menyebut restrukturisasi sebagai langkah vital untuk mempertahankan daya saing di industri otomotif dunia.

Warisan Panjang di Inggris, Masa Depan di AS?

Didirikan pada awal 1950-an oleh Colin Chapman, Lotus telah lama menjadi ikon otomotif Inggris dengan pusat inovasi di Hethel sejak era 1960-an. Namun kini, masa depan produksi mobil Lotus di lokasi tersebut tidak lagi pasti, seiring dengan tekanan biaya dan kebijakan tarif baru di pasar internasional.

Perubahan kebijakan perdagangan global membuat banyak perusahaan mempertimbangkan relokasi produksi, demi menghindari beban biaya dari tarif impor mobil yang semakin memberatkan. Lotus termasuk salah satu yang kini harus mengambil keputusan penting untuk masa depan bisnisnya.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *