Polestar kembali menarik perhatian pasar otomotif setelah mengumumkan investasi senilai $200 juta dari PSD Investment, perusahaan yang dikendalikan oleh pendiri Geely Holding, Li Shufu. Melalui transaksi ini, investasi Polestar akan memperkuat modal kerja dan mendukung kebutuhan korporat secara umum.
Detail Transaksi dan Kepemilikan Saham
Sebanyak lebih dari 190 juta saham American Depositary Class A akan dibeli oleh PSD Investment. Dengan aksi korporasi ini, kepemilikan PSD Investment atas Polestar naik menjadi 44%. Bila digabungkan dengan saham yang dimiliki melalui anak usaha Geely di Swedia, Li Shufu kini menguasai total 66% kepemilikan di Polestar.
Sementara itu, Volvo Cars kembali memangkas kepemilikan sahamnya di Polestar dari 18% menjadi 16%. Keputusan tersebut diambil setelah perusahaan Swedia itu menghentikan dukungan finansial tahun lalu menyusul kekhawatiran analis atas beban yang ditimbulkan oleh Polestar.
Tujuan Pendanaan dan Strategi Korporat
Transaksi ini dikategorikan sebagai private investment in public equity (PIPE). Polestar menyebut bahwa dana hasil pendanaan kendaraan listrik ini akan digunakan untuk menjaga keberlangsungan operasional dan mendanai rencana strategis ke depan. Sebelum transaksi ditutup, PSD Investment juga berencana mengonversi 20 juta saham Class B menjadi Class A, untuk memastikan porsi hak suara tetap di bawah 50%.
Tantangan Pasar dan Langkah Lanjutan
Seperti banyak produsen kendaraan listrik lainnya, Polestar menghadapi tantangan menurunnya permintaan pasar dan ketatnya persaingan global. Meski sebelumnya telah mengandalkan pinjaman bank, suntikan langsung dari Geely dan Li Shufu baru terealisasi sekarang melalui skema investasi ini.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : reuters.com
