Pendanaan Startup Turun, Fintech dan Greentech Tetap Jadi Primadona Investor

pendanaan startup 2025
Sumber Foto : Freepik

Setelah mengalami penurunan sejak 2021, pendanaan startup 2025 di Indonesia mencapai titik terendah dalam lima tahun terakhir. Meskipun begitu, sektor-sektor tertentu masih berhasil menarik perhatian investor berkat potensi jangka panjang yang dinilai menjanjikan.

Laporan Mid-Year 2025 VC Investment Outlook yang dirilis oleh Living Lab Ventures (LLV) menunjukkan bahwa sektor fintech kembali menjadi sektor dengan pendanaan terbesar, mencapai US$ 141 juta. Menariknya, 36% dari total investasi fintech tersebut berasal dari segmen alternative lending.

“Fintech masih menjadi primadona dan bisa dibilang crown jewel dalam menarik pendanaan,” ujar Bayu Seto, Partner di Living Lab Ventures, dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (22/5/2025).

Selain fintech, sektor greentech menempati posisi kedua dengan nilai pendanaan sebesar US$ 70 juta. Disusul oleh sektor logistik dan rantai pasok di posisi ketiga dengan total pendanaan mencapai US$ 42,7 juta.

Sementara itu, e-commerce yang sebelumnya sempat menjadi sektor unggulan, kini hanya mampu mencatatkan pendanaan sebesar US$ 34,6 juta. LLV mencatat bahwa penurunan pendanaan di sektor ini sudah terjadi secara konsisten sejak 2021.

Beberapa sektor lain seperti agritech (US$ 30 juta) dan proptech (US$ 17,7 juta) juga masih mendapat perhatian investor, meski dalam jumlah yang lebih terbatas. Di sisi lain, sektor consumer product, healthtech, serta food & beverage hanya mampu memperoleh pendanaan di bawah US$ 10 juta.

Meskipun secara keseluruhan nilai pendanaan nasional menurun, data dari LLV menunjukkan bahwa investor tetap selektif dan fokus pada sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan berkelanjutan.


Baca juga artikel menarik lainnya seputar bisnis dan startup digital hanya di Roledu:
roledu.com/artikel

Sumber : cnbcindonesia.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *