Toyota Alihkan Produksi GR Corolla ke Inggris untuk Permudah Pengiriman ke Amerika Utara

produksi Toyota GR Corolla
Sumber Foto : Freepik

Toyota akan memindahkan sebagian produksi mobil sport GR Corolla dari Jepang ke Inggris. Langkah ini bertujuan untuk memanfaatkan kapasitas berlebih di pabrik Burnaston, Derbyshire. Selain itu, Toyota ingin mempercepat waktu pengiriman ke pasar Amerika Utara.

Perusahaan Jepang ini menginvestasikan sekitar 8 miliar yen (sekitar £41 juta) untuk membuat jalur produksi khusus di pabrik Burnaston. Toyota juga akan mengirim insinyur dari Jepang secara sementara. Tujuannya agar keahlian bisa segera diterapkan. Target produksi adalah 10.000 unit GR Corolla per tahun yang akan diekspor ke Amerika Utara. Pengiriman diperkirakan mulai pertengahan tahun depan.

Kapasitas Produksi dan Dampak Perdagangan

Pabrik Burnaston telah beroperasi sejak 1992 dan memiliki teknologi produksi canggih. Saat ini, pabrik tersebut sudah memproduksi model dasar Corolla hatchback dari lini GR. Oleh karena itu, menambah produksi sportscar GR Corolla menjadi relatif mudah.

Sementara itu, pabrik utama Toyota di Motomachi, Toyota City, Jepang, sudah penuh kapasitas. Pabrik ini menghasilkan sekitar 25.000 unit kendaraan performa tinggi setiap tahun. Dari jumlah itu, 8.000 unit adalah GR Corolla. Sedangkan pabrik Toyota di AS lebih fokus pada produksi kendaraan hibrida yang sedang populer.

Kesepakatan perdagangan terbaru antara Inggris dan Amerika Serikat menurunkan tarif impor mobil dari 25% menjadi 10% untuk hingga 100.000 unit per tahun. Jumlah ini kira-kira sama dengan ekspor mobil Inggris ke AS. Jepang masih bernegosiasi dengan AS agar tarif impor 25% yang berlaku sekarang bisa dikurangi.

Toyota menyatakan akan mengatasi biaya tambahan akibat tarif tersebut dengan langkah efisiensi biaya. Perusahaan berusaha menjaga harga mobil tetap kompetitif tanpa kenaikan harga untuk konsumen.

Pengaruh Positif bagi Industri Otomotif Inggris

Peningkatan produksi di Inggris menjadi angin segar bagi industri otomotif lokal. Industri ini sempat menghadapi tantangan berat. Beberapa produsen bahkan menunda investasi atau menutup pabrik. Contohnya, Stellantis yang berencana menutup pabrik van di Luton, dan BMW yang menunda investasi senilai £600 juta untuk pabrik Mini di Oxford. Penundaan ini dipicu oleh ketidakpastian pasar dan dampak Brexit.


Baca artikel lainnya di sini

Jelajahi informasi terbaru tentang industri otomotif dan bisnis lainnya di roledu.com/artikel

Sumber : theguardian.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *