RI dan Australia Perkuat Sinergi Kendaraan Listrik dan Energi Hijau

kerja sama kendaraan listrik
Sumber Foto : Freepik

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membahas penguatan kerja sama kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dengan Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat pengembangan teknologi hijau dan energi bersih antara kedua negara. Indonesia menargetkan produksi 2,5 juta unit kendaraan listrik pada tahun 2030.

Salah satu langkah nyata adalah impor 80 ribu ton litium dari Australia. Litium tersebut diproses di Kawasan Industri Morowali untuk mendukung industri baterai EV dalam negeri. Presiden Prabowo mengapresiasi dukungan Australia dalam membangun ekosistem kendaraan listrik Indonesia.

Indonesia dan Australia juga memperluas kerja sama di bidang ekonomi, pertahanan, dan energi hijau. Saat ini, pemerintah Indonesia tengah mengevaluasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) yang sudah berjalan lima tahun. Evaluasi ini akan memasukkan strategi baru terkait komoditas mineral kritis.

Dukungan Kebijakan dan Tren Teknologi Baterai EV

Pengamat energi Universitas Indonesia, Iwa Garniwa, menilai pengembangan ekosistem kendaraan listrik harus didukung oleh keluwesan pemerintah dalam bernegosiasi dengan investor asing. Konsistensi kebijakan juga penting agar investasi dapat berjalan lancar.

Pada 2024, sekitar 59% kendaraan listrik di dunia menggunakan baterai berbasis nikel (NMC). Sementara 40% lainnya memakai baterai berbahan iron phosphate (LFP). McKinsey & Company memproyeksikan penggunaan baterai LFP akan meningkat hingga 60% karena keunggulan biaya dan keamanan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan pentingnya hilirisasi industri otomotif, khususnya kendaraan listrik. Ia juga mendorong perusahaan global untuk ikut berperan dalam rantai pasok EV di Indonesia. Langkah ini diharapkan mempercepat adopsi kendaraan listrik dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.


Baca Artikel Lainnya:
Untuk informasi lebih lengkap tentang perkembangan teknologi dan strategi industri, kunjungi artikel lainnya di: roledu.com/artikel

Sumber : cnbcindonesia.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *