Proyek DME PTBA Masih Jalan: ECEC dari China Siap Gantikan Air Products

Proyek DME PTBA
Sumber Foto : Freepik

PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) terus melanjutkan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) meskipun mitra awal mereka, Air Products & Chemical Inc. asal Amerika Serikat, memutuskan mundur pada Februari 2023. Saat ini, PTBA membuka peluang kerja sama dengan sejumlah perusahaan asal Tiongkok sebagai calon mitra baru.

Salah satu perusahaan yang menunjukkan minat serius adalah East China Engineering Science and Technology Co., Ltd. (ECEC). Menurut Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, dari tujuh perusahaan yang dijajaki, hanya ECEC yang telah menyatakan ketertarikan untuk berinvestasi, meskipun belum dalam bentuk skema investasi penuh.

ECEC Ajukan Proposal Awal, Tapi Ada Tantangan Ekonomi

ECEC telah mengajukan proposal awal (preliminary proposal) untuk proyek Coal to DME pada November 2024. Dalam proposal tersebut, mereka mengusulkan Processing Service Fee (PSF) sebesar US$412 hingga US$488 per ton. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding ekspektasi Kementerian ESDM pada 2021 yang hanya US$310 per ton.

Selain itu, perkiraan harga produksi DME dalam proyek ini berkisar antara US$911 hingga US$987 per ton, lebih tinggi dari harga acuan pemerintah sebesar US$617 per ton. Kesenjangan harga tersebut bisa menambah beban subsidi pemerintah hingga sekitar US$300 per ton.

Dukungan Pemerintah dan Tantangan Teknis dari Pertamina

Meski belum mendapatkan investor utama, PTBA terus mempersiapkan proyek secara paralel. Hingga saat ini, proses pembebasan lahan telah mencapai 198 hektare, atau sekitar 97% dari total kebutuhan 203 hektare. PTBA juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Satgas Hilirisasi, Kementerian Perindustrian, dan Sekretariat Negara untuk memastikan kelancaran proyek.

Namun, tantangan tidak berhenti pada aspek finansial. PTBA mengungkap bahwa Pertamina, sebagai calon offtaker, menyampaikan sejumlah kendala teknis dalam rapat Forum Satgas Hilirisasi pada 19 Maret 2025. Salah satunya adalah infrastruktur distribusi dan peralatan rumah tangga seperti kompor, yang belum kompatibel dengan DME. Selain itu, diperlukan pembangunan jaringan distribusi baru sejauh 172 km untuk mendukung pasokan bahan bakar alternatif ini.

PTBA Tetap Komitmen Kembangkan DME

Arsal menegaskan bahwa PTBA tetap berkomitmen untuk menjalankan proyek ini secara bertahap, dengan pendekatan yang akuntabel dan berkelanjutan. Kajian lanjutan bersama pemangku kepentingan terus dilakukan agar proyek ini bisa memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor LPG.

Sebagai informasi tambahan, proyek DME dirancang untuk mengolah sekitar 6 juta ton batu bara per tahun dan menghasilkan 1,4 juta ton DME. Produk ini diharapkan menjadi alternatif energi bersih yang bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga maupun industri.


Temukan artikel menarik lainnya seputar teknologi dan bisnis di sini: roledu.com

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *