Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China, yang dimulai oleh kebijakan tarif Presiden Donald Trump, terus memberikan dampak signifikan pada industri teknologi global. Sejak penerapan tarif hingga 145% untuk barang-barang impor dari China, perusahaan teknologi AS yang bergantung pada pasar dan manufaktur China merasa tertekan.
Namun, tidak semua perusahaan besar di sektor teknologi merasakan dampak negatif. Microsoft, Alphabet (Google), dan Meta (Facebook, WhatsApp, Instagram) justru mencatatkan kinerja positif pada kuartal pertama 2025. Keberhasilan ini sebagian besar didorong oleh teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin memberikan keuntungan signifikan.
Dampak Terhadap Raksasa Teknologi Lainnya
Di sisi lain, beberapa perusahaan teknologi lainnya mengalami kesulitan akibat perang dagang ini, terutama yang bergerak di sektor hardware dan ritel. Qualcomm, Intel, Apple, dan Amazon merupakan beberapa nama yang tercatat terpengaruh. Bahkan Samsung, raksasa teknologi asal Korea Selatan, mengungkapkan kekhawatirannya mengenai dampak ketidakpastian ini terhadap bisnis mereka.
“Google dan Microsoft tidak terdampak berat karena keduanya lebih fokus pada bisnis berbasis software dan tidak terlibat langsung dengan pasar konsumen. Namun, Apple dan Amazon menghadapi situasi yang berbeda,” kata Gil Luria, analis dari D.A. Davidson, seperti dikutip oleh Reuters pada 2 Mei 2025.
Strategi Mitigasi Apple dan Amazon
Apple berupaya meminimalkan dampak tarif dengan memindahkan sebagian besar produksi iPhone ke India. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada China dan membantu mempertahankan harga jual yang kompetitif. Sementara itu, Amazon, yang sebagian besar penjualnya berbasis di China, memperlambat pemberian diskon untuk menjaga margin keuntungan.
Meski barang elektronik belum termasuk dalam daftar tarif 145% yang diberlakukan AS terhadap China, ketidakpastian terus membayangi sektor ini. Pemerintah AS juga memberi sinyal akan memperkenalkan tarif baru yang bisa mempengaruhi sektor elektronik dalam beberapa minggu mendatang.
Baca artikel lainnya di roledu.com
Sumber : cnbcindonesia.com






