China baru-baru ini mengumumkan kenaikan tarif sebesar 84% pada semua barang impor dari Amerika Serikat. Langkah ini merupakan respons terhadap kebijakan perdagangan Presiden AS, Donald Trump, yang telah meningkatkan tarif pada produk-produk China. Keputusan ini menambah ketegangan dalam perang dagang yang berlangsung lama antara kedua negara besar ini.
Dampak pada Pasar Saham Global
Pengumuman tersebut langsung mempengaruhi pasar saham global. Indeks utama seperti FTSE 100 di London, DAX di Jerman, dan CAC 40 di Prancis turun tajam. Bahkan di AS, meskipun pasar sempat pulih, indeks S&P 500 dan Dow Jones tetap mengalami penurunan. Kekhawatiran mengenai dampak lebih lanjut dari perang dagang ini membuat investor semakin cemas.
Meskipun dampak negatif terlihat jelas, Presiden Trump tetap optimis dengan kebijakan tarifnya. Melalui akun media sosialnya, ia mengajak perusahaan-perusahaan untuk memindahkan operasionalnya ke Amerika Serikat. Ia menjanjikan tarif nol dan kemudahan administratif sebagai insentif untuk perusahaan yang berinvestasi di AS. Trump berharap kebijakan ini akan memperkuat kembali sektor manufaktur negara tersebut.
Respons China terhadap Kebijakan AS
China merespons dengan keras, menilai bahwa AS menggunakan tarif untuk menekan negara mereka. Pemerintah China juga mengkritik AS karena gagal memenuhi beberapa kesepakatan perdagangan yang telah dibuat sebelumnya. Meskipun demikian, China tetap menegaskan bahwa mereka tidak akan diam melihat hak-hak sah rakyat China terabaikan.
Harga minyak juga terpengaruh dengan jatuhnya harga Brent ke level terendah dalam empat tahun. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran bahwa ketegangan perdagangan global dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan energi.
Baca juga artikel lainnya seputar bisnis digital dan strategi pemasaran di era baru:
Lihat semua artikel di sini
Sumber : TheGuardian.com






