ASICS Tingkatkan Produksi Lokal di India Demi Atasi Kendala Impor

produksi lokal ASICS
Sumber Foto : Freepik

ASICS, produsen perlengkapan olahraga asal Jepang, berencana meningkatkan produksi lokal ASICS di India. Targetnya naik dari 30% menjadi 40% dalam beberapa tahun ke depan. Langkah ini diambil untuk menjaga pasokan produk tetap stabil di tengah aturan impor baru.

Pemerintah India mewajibkan sertifikasi mutu untuk semua jenis alas kaki. Aturan ini berlaku bagi produsen lokal maupun internasional. Akibatnya, beberapa merek global, termasuk ASICS, menghentikan sementara kegiatan impor.

“Untuk menghadapi situasi ini, kami memperkuat produksi di dalam negeri,” kata Rajat Khurana, Managing Director ASICS India, kepada Reuters.

Ekspansi Toko dan Strategi Pasar

Pada tahun fiskal 2024–2025, ASICS telah mencapai tingkat produksi lokal ASICS sebesar 30%. Angka ini merupakan batas minimum agar merek asing dapat membuka toko milik sendiri di India.

Saat ini, ASICS mengelola sekitar 125 toko melalui mitra waralaba. Perusahaan berencana membuka toko pertama yang dimiliki langsung. Lokasi yang dipilih berada di sekitar Delhi dan Mumbai.

Selain itu, ASICS akan membuka dua hingga tiga toko merek sendiri dalam beberapa tahun ke depan. Mereka juga menargetkan pembukaan tiga toko waralaba setiap bulan hingga akhir tahun. Strategi ini memperkuat posisi ASICS di tengah persaingan merek global di pasar sepatu India, seperti Nike, Adidas, dan Skechers.

Proyeksi Pertumbuhan dan Tren Pasar

ASICS memperkirakan pertumbuhan pendapatan di India mencapai 35%–37% untuk tahun fiskal 2024–2025. Pada tahun sebelumnya, pendapatan perusahaan naik 26% menjadi 4,28 miliar rupee atau sekitar 49,7 juta dolar AS.

ASICS dikenal luas berkat produk sepatu larinya. Perusahaan mendapat keuntungan dari tren gaya hidup sehat yang tumbuh di kalangan masyarakat urban India. Minat terhadap olahraga seperti tenis dan pickleball juga meningkat.

Menurut laporan Deloitte tahun 2024, pasar perlengkapan olahraga dan pakaian di India akan tumbuh pesat. Nilainya diperkirakan mencapai 58 miliar dolar AS pada 2030, dua kali lipat dari tahun 2023.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : reuters.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *