Ito En, merek teh hijau terkemuka asal Jepang, tengah mencari solusi untuk menjaga bisnisnya di Amerika Serikat. Langkah tersebut terjadi di tengah penerapan tarif oleh pemerintahan Donald Trump. Ito En juga tengah bersaing di pasar AS sambil memenuhi permintaan konsumen yang lebih peduli akan kesehatan.
Ito En Pertimbangkan Kenaikan Harga dan Relokasi Produksi
Perusahaan yang tengah gencar melakukan promosi, termasuk menjalin kerja sama dengan bintang baseball Shohei Ohtani, tengah mencari cara untuk mengatasi masalah tarif. Makoto Ogi, Manajer Pengembang Bisnis Internasional Ito En, menyampaikan bahwa penerapan tarif 24% akan menjadi beban biaya yang cukup besar.
Namun, Ogi juga menyatakan bahwa menaikkan harga bukan pilihan yang mudah. “Kami mungkin tidak dapat meminta distributor dan peritel untuk menaikkan harga, meskipun terjadi penerapan tarif Trump,” katanya. Langkah serupa yang diberlakukan pada tahun 2022, yaitu menaikkan harga sekitar 10%, justru menurunkan penjualan hingga 5%. Penurunan tersebut juga disebabkan oleh COVID-19 dan kondisi pasar yang melambat.
Selain opsi tersebut, Ito En tengah menjajaki kemungkinan untuk membuka pabrik pengolahan daun teh dan pembotolan di Amerika Serikat. Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga biaya tetap stabil dan lebih dekat dengan konsumen AS.
Keuntungan Mengalami Perlambatan di Tengah Ancaman Tarif
Berdasarkan laporan keuangannya, laba bersih Ito En turun 8,2% per tahun yang berakhir pada April lalu. Perusahaan juga memperkirakan laba akan naik 11% pada tahun buku selanjutnya. Adapun pertumbuhan laba bisnis AS hanya 3,7%. Angka tersebut lebih rendah dari 20,7% yang terjadi pada tahun lalu. Perlambatan itu juga disebabkan oleh penerapan tarif.
Saham Ito En naik ke level tertinggi empat bulan. Presiden perusahaan menyampaikan bahwa perkiraan tersebut memang lebih konservatif.
Banyak perusahaan Jepang tengah mencari cara untuk memangkas biaya dan menjaga pertumbuhannya di tengah penerapan tarif. Analis Mizuho Bank, Asuka Tatebayashi, menjelaskan bahwa Jepang merupakan investor asing terbesar di AS. Berdasarkan survei yang melibatkan 3.000 perusahaan oleh JETRO, kalangan bisnis makanan dan minuman tampak paling antusias untuk memasuki pasar AS. Hal itu terjadi meskipun permintaan domestik tengah melambat dan risiko lebih besar di pasar lain.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : reuters.com
