PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) menegaskan komitmennya untuk memperkuat bisnis melalui ekspansi dan inovasi produk yang didukung riset dan teknologi terkini. Direktur Utama AISA, Gerry Mustika, menyatakan bahwa perusahaan memprioritaskan pengembangan jaringan distribusi dan penguatan pasar ekspor sebagai bagian dari strategi utama.
Seiring dengan strategi ekspansi dan inovasi produk, AISA kini menggandeng jaringan distribusi secara erat untuk meningkatkan penjualan aktif, terutama di kanal online. Pada kuartal pertama 2025, cakupan outlet aktif perseroan telah mencapai 100.000 outlet yang terhubung langsung dengan sistem distribusi.
Dalam menghadapi tantangan global seperti perang dagang, Gerry menyampaikan bahwa ekspansi dan inovasi produk tetap fokus pada pasar domestik dan ekspor ke negara yang tidak terkena tarif perang dagang. Tiongkok menjadi pasar ekspor utama, sementara perseroan juga menjajaki peluang di negara lain sebagai bagian dari ekspansi internasional. Saat ini, produk unggulan perseroan masih didominasi oleh lini makanan ringan, namun perusahaan membuka peluang pengembangan produk baru berbasis inovasi.
Peningkatan Kinerja dan Efisiensi Operasional
Memasuki tahun 2025, AISA telah melaksanakan berbagai inisiatif efisiensi dan optimalisasi lintas divisi. Di bidang riset dan pengembangan (R&D), perseroan mendorong penciptaan produk baru yang mengusung inovasi dan teknologi terbaru agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen yang berkembang.
Direktur AISA, Sukawati Wijaya, menyebutkan bahwa belanja modal (capex) tahun ini mencapai Rp100 miliar, yang dialokasikan untuk mendukung pertumbuhan melalui ekspansi dan inovasi produk serta optimalisasi biaya operasional.
Pertumbuhan Penjualan dan Laba Bersih
Kinerja keuangan AISA di kuartal pertama 2025 menunjukkan tren positif berkat fokus pada ekspansi dan inovasi produk. Penjualan bersih tumbuh 4,5% secara year on year. Laba bersih bahkan melonjak 222%, dari Rp10,85 miliar menjadi Rp34,93 miliar.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan paparan publik tahunan pada 23 Mei 2025, dipaparkan bahwa sepanjang 2024 laba bersih perseroan meningkat 269,66% menjadi Rp69,48 miliar, dan laba usaha bertambah 75,51% menjadi Rp134,23 miliar. Penjualan bersih tahun 2024 tercatat Rp1,92 triliun, naik 12,71% dari tahun sebelumnya.
Gerry Mustika menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti efektifnya strategi ekspansi dan inovasi produk, penguatan distribusi, efisiensi operasional, serta tata kelola perusahaan yang baik.
Tata Kelola dan Penguatan Struktur Organisasi
Selain capaian finansial, AISA juga menempatkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) sebagai prioritas utama. Rapat internal dan koordinasi dengan Dewan Komisaris rutin digelar untuk menjaga arah strategis perusahaan.
Komisaris Utama AISA, Lim Aun Seng, mengapresiasi dukungan pemegang saham dan pemangku kepentingan. Ia menilai kepercayaan tersebut sebagai pondasi kuat untuk menghadapi tantangan dan menjaga pertumbuhan berkelanjutan.
Dalam RUPS tahun ini, disetujui perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi. Lim Aun Seng tetap sebagai Komisaris Utama, bersama Ito Sumardi Djuni Sanyoto dan Herwan Ng sebagai Komisaris Independen. Sedangkan jajaran Direksi terdiri dari Gerry Mustika (Direktur Utama), Sukawati Wijaya, dan Farry Ongko Widjaja.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : Investor.id
