Sektor pertanian menunjukkan kinerja yang menjanjikan sepanjang awal tahun 2025. Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Mohammad Yadi Sofyan Noor, menyatakan bahwa langkah Presiden Prabowo Subianto dalam menyederhanakan regulasi serta memperbaiki sistem distribusi pupuk bersubsidi berdampak langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian.
Petani kini merasakan kemudahan dalam memperoleh pupuk. Prosedurnya lebih cepat—cukup dengan menghubungi BUMN penyedia pupuk, yang kemudian meneruskannya ke distributor hingga sampai ke pengecer. “Apa yang disampaikan Presiden Prabowo memang terbukti. Kami sebagai petani merasa lebih tenang dan senang karena hasil panen kami meningkat,” ujar Yadi pada Selasa (27/5/2025).
Panen Padi dan Produksi Beras Melonjak
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebelumnya menyampaikan bahwa potensi panen padi nasional pada Januari hingga April 2025 mencapai 4,56 juta hektare. Angka ini setara dengan 13,95 juta ton beras. Sebagai perbandingan, luas panen pada periode yang sama tahun lalu hanya 3,57 juta hektare, menandakan peningkatan sebesar 27,69 persen.
Produksi beras juga mengalami lonjakan signifikan. Jika tahun 2024 mencatatkan angka 11,07 juta ton, maka tahun ini diperkirakan naik 25,99 persen. Dalam periode tiga bulan pertama 2025, petani telah menghasilkan 818 ton gabah kering panen (GKP) yang siap diserap pasar.
Yadi berharap pemerintah terus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada petani. Sektor pertanian merupakan sektor padat karya yang memiliki peran vital dalam struktur ekonomi nasional. Menurut data BPS tahun 2024, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 11,31 persen, menjadikannya sektor penyumbang PDB terbesar ketiga setelah perdagangan dan industri pengolahan.
Menariknya, sektor pertanian bahkan unggul dibandingkan sektor konstruksi dan pertambangan. Hal ini menegaskan pentingnya peran petani, khususnya yang bergelut di komoditas utama seperti kopi, kakao, dan tembakau.
Yadi juga menyoroti perlunya perhatian khusus terhadap petani tembakau yang kerap terdampak kebijakan cukai rokok. Ia berharap seluruh kebijakan pemerintah dapat dikaji secara menyeluruh dan melibatkan petani sebagai mitra strategis dalam proses pengambilan keputusan.
“Petani sejatinya adalah bagian penting dari pembangunan nasional. Sudah seharusnya suara mereka dilibatkan dalam menyusun kebijakan di sektor pertanian,” tutupnya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.
Sumber : investor.id
