China kembali mempercepat pembangunan internet satelit China dengan meluncurkan roket komersial Smart Dragon-3 (SD-3). Misi ini ditujukan untuk memperkuat infrastruktur komunikasi di orbit bumi rendah sekaligus meningkatkan daya saing global terhadap jaringan satelit seperti Starlink.
Peluncuran dilakukan di lepas pantai Yangjiang, Provinsi Guangdong, dan dioperasikan oleh China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) melalui Pusat Peluncuran Satelit Taiyuan. Roket ini dirancang untuk memenuhi tingginya kebutuhan peluncuran komersial dengan pendekatan yang lebih efisien dan cepat.
Secara teknis, Smart Dragon-3 menggunakan konfigurasi empat tahap berbahan bakar padat. Wahana ini mampu membawa muatan hingga 1.500 kilogram ke orbit sinkron matahari (SSO) pada ketinggian sekitar 500 kilometer. Penggunaan platform laut dinilai memberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam menentukan arah peluncuran serta mengurangi risiko terhadap wilayah padat penduduk.
Dorong Proyek Konstelasi Satelit Nasional
Peluncuran ini menjadi bagian dari pengembangan konstelasi satelit besar China, yaitu proyek “Thousand Sails” (G60 Starlink) dan “Guowang”. Kedua proyek tersebut diproyeksikan menjadi tulang punggung jaringan internet satelit nasional yang berdaulat.
Menurut keterangan resmi CASC, misi ini juga berfungsi untuk menguji teknologi transmisi data berkecepatan tinggi serta komunikasi antar-satelit. Hingga Maret 2026, China telah menempatkan sekitar 160 satelit operasional dalam jaringan utamanya.
Smart Dragon-3 sendiri telah mencatatkan penerbangan ke-11. Keberhasilan misi ini menjadi langkah penting bagi China dalam memenuhi ketentuan International Telecommunication Union (ITU), yang mewajibkan aktivasi minimal 10% dari kapasitas konstelasi sebelum 2032.
Persaingan Global dan Target Ambisius 2026
Industri antariksa China kini bergerak agresif sepanjang 2026 dengan target lebih dari 100 peluncuran orbital. Langkah ini tidak hanya melibatkan badan negara, tetapi juga perusahaan komersial seperti LandSpace dan Deep Blue Aerospace.
Upaya tersebut bertujuan mengamankan slot orbit dan frekuensi komunikasi global, yang menjadi aset strategis dalam ekonomi digital masa depan. Selain itu, pengembangan ini diharapkan mendorong ekspor teknologi komunikasi berbasis satelit.
Secara keseluruhan, peluncuran Smart Dragon-3 mencerminkan integrasi kuat antara sektor sipil dan militer dalam memperkuat posisi China di industri ruang angkasa global. Fokus utama tetap pada kemandirian teknologi di tengah persaingan geopolitik yang semakin ketat.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






