Phillips 66 Rugi $900 Juta Akibat Lonjakan Harga Minyak Global

Phillips 66
Sumber Foto : Google

Phillips 66 mencatat kerugian hampir $900 juta pada kuartal I 2026 akibat lonjakan harga minyak yang terdorong krisis geopolitik di Iran. Kerugian ini berasal dari posisi derivatif yang terdampak kenaikan harga komoditas, menekan kinerja perusahaan di awal tahun.

Kerugian terbesar dialami oleh unit refining dan pemasaran, masing-masing merugi ratusan juta dolar. Posisi derivatif bersih pada kontrak minyak mentah dan produk terkait mencapai sekitar 50 juta barel pada akhir Maret, memperkuat tekanan dari kenaikan harga global. Unit bahan bakar terbarukan juga terkena dampak, meski relatif lebih kecil dibandingkan unit utama lainnya.

Lonjakan harga minyak terjadi setelah ketegangan meningkat di Teluk, khususnya antara AS‑Israel dan Iran. Gangguan pasokan ini menutup jalur penting Selat Hormuz, mendorong harga Brent dan West Texas Intermediate (WTI) ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Brent bahkan mencatat kenaikan bulanan tertinggi sejak 2020, sementara WTI juga mengalami lonjakan signifikan.

Phillips 66 menekankan bahwa angka kerugian kuartal pertama belum final dan bisa berubah setelah laporan keuangan resmi dipublikasikan akhir bulan ini. Perusahaan belum memberikan komentar tambahan di luar laporan regulasi.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *