Pembiayaan Hijau Dorong Proyek Pusat Data CGK di Bekasi

pusat data CGK
Sumber Foto : Canva

Digital Edge berhasil memperoleh pembiayaan hijau senilai US$665 juta atau sekitar Rp11,29 triliun untuk mendukung pengembangan awal pusat data CGK di Kawasan Industri GIIC, Bekasi. Pendanaan ini menjadi salah satu yang terbesar dalam sektor pusat data di Indonesia, sekaligus memperkuat komitmen perusahaan terhadap pengembangan infrastruktur digital berkelanjutan.

Dana tersebut akan digunakan untuk membangun fase pertama kampus pusat data berkapasitas 500 megawatt (MW). Proyek ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang dengan total investasi mencapai US$4,5 miliar, yang ditujukan untuk menghadirkan fasilitas hyperscale siap kecerdasan buatan (AI) dalam skala besar.

Chief Financial Officer Digital Edge, Jonathan Walbridge, menyampaikan bahwa keberhasilan memperoleh pembiayaan hijau tidak lepas dari dukungan berbagai mitra keuangan. Ia menegaskan bahwa perusahaan berfokus menghadirkan infrastruktur digital berperforma tinggi yang mampu memenuhi kebutuhan komputasi modern, termasuk beban kerja AI, dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.

Dukungan Infrastruktur Digital Berkelanjutan

Pendanaan ini disalurkan melalui skema Green Financing Framework milik perusahaan. Inisiatif tersebut sejalan dengan upaya mencapai target karbon netral pada 2030 serta mendukung kebijakan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia.

Seiring meningkatnya kebutuhan terhadap layanan cloud dan teknologi berbasis AI, kehadiran pusat data CGK dinilai menjadi langkah strategis. Proyek ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekosistem digital di kawasan Asia Pasifik.

Jonathan menambahkan bahwa tingginya nilai investasi menunjukkan kepercayaan lembaga keuangan global dan domestik terhadap potensi Indonesia dalam pengembangan infrastruktur digital yang berkelanjutan.

Fokus Efisiensi Energi dan Teknologi Ramah Lingkungan

Kampus pusat data CGK dirancang dengan standar efisiensi energi tinggi, dengan target Power Usage Effectiveness (PUE) sebesar 1,25. Selain itu, fasilitas ini akan dilengkapi sistem daur ulang air serta rencana integrasi energi terbarukan.

Tidak hanya itu, proyek ini juga dipersiapkan untuk meraih sertifikasi bangunan hijau LEED. Dukungan infrastruktur kawasan GIIC, seperti sistem daur ulang air double-loop, turut memperkuat implementasi desain ramah lingkungan dalam skala besar.

Pembiayaan ini melibatkan sejumlah lembaga keuangan ternama, baik internasional maupun nasional, yang berperan sebagai mandated lead arrangers dan koordinator fasilitas hijau. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong pembangunan digital yang bertanggung jawab.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di https://roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *