Halo Trade Dorong Bursa Eropa ke Rekor Tertinggi di Tengah Gelombang AI

Perubahan lanskap investasi global memunculkan strategi baru yang dikenal sebagai Halo trade. Di tengah kekhawatiran dampak kecerdasan buatan terhadap model bisnis digital, investor mulai mengalihkan dana ke sektor dengan aset fisik kuat dan tahan lama. Strategi heavy assets low obsolescence ini dinilai lebih stabil di tengah ketidakpastian teknologi.

Minat terhadap pendekatan tersebut meningkat sepanjang awal 2026. Sementara saham teknologi berkapitalisasi besar di Amerika Serikat melemah, bursa Inggris dan Eropa justru mencatatkan rekor baru hingga akhir Februari.

Menurut laporan terbaru dari Goldman Sachs, kelompok perusahaan dengan belanja modal besar mencatat kinerja 35% lebih baik sejak 2025 dibanding perusahaan berbasis aset ringan. Bank investasi itu menyebut intensitas aset kini menjadi faktor penting dalam penilaian dan imbal hasil saham.

Pergeseran ke Aset Fisik Jangka Panjang

Goldman mendefinisikan perusahaan dalam kategori Halo trade sebagai entitas yang memiliki modal fisik besar dengan hambatan tinggi untuk ditiru. Hambatan tersebut bisa berupa biaya, regulasi, waktu pembangunan, atau kompleksitas rekayasa.

Contohnya meliputi jaringan listrik, pipa energi, utilitas, infrastruktur transportasi, hingga kapasitas industri bersiklus panjang. Perusahaan-perusahaan ini memiliki relevansi ekonomi jangka panjang.

Setelah lebih dari satu dekade investasi fisik yang relatif rendah, terutama di Eropa, korporasi kini kembali fokus pada pembangunan aset nyata. Dampaknya, selisih valuasi antara perusahaan padat modal dan perusahaan ringan modal di Eropa semakin menyempit. Bahkan, pada rasio price-to-earnings, perusahaan padat modal kini dinilai lebih tinggi.

Ruben Dalfovo, analis investasi di Saxo, menyebut perusahaan infrastruktur energi dan raksasa minyak dengan rantai pasok terintegrasi sebagai contoh nyata. Ia juga menyoroti bisnis utilitas yang “tetap dibutuhkan setiap hari”.

Menurutnya, layanan seperti pengelolaan limbah, distribusi air, dan jaringan listrik jarang menjadi sorotan. Namun, sektor tersebut menjadi pilihan saat investor mencari kestabilan, bukan sekadar potensi pertumbuhan agresif.

Bursa Eropa Terdorong Rotasi Sektor

Indeks FTSE 100 yang didominasi sektor ekonomi lama mencatatkan delapan bulan kenaikan berturut-turut pada 2026. Februari menjadi bulan terbaik sejak November 2022. Kenaikan ini didorong arus masuk dana ke sektor energi dan pertambangan.

Ipek Ozkardeskaya, analis senior di Swissquote, menyebut investor tengah melakukan rotasi dari saham teknologi mahal ke bisnis infrastruktur nyata. Energi, material, industri, dan pelayaran menjadi tujuan utama. Dalam konteks ini, Halo trade memberi keuntungan besar bagi pasar Inggris.

Indeks Stoxx 600 pan-Eropa juga mencapai level tertinggi baru pekan lalu. Perpindahan dana dari saham teknologi AS menjadi pendorong utama.

Perusahaan pengapalan minyak asal Siprus, Frontline, menjadi emiten dengan kinerja terbaik di indeks tersebut, naik 57% sepanjang tahun ini. Sementara Kongsberg Gruppen dari Norwegia, yang memasok sistem teknologi untuk sektor maritim, kedirgantaraan, pertahanan, dan energi, melonjak 46% sejak awal Januari.

Sebaliknya, perusahaan perangkat lunak dan data menghadapi tekanan. Banyak pelaku pasar khawatir model bisnis mereka terancam inovasi AI yang berkembang pesat.

Kekhawatiran tersebut diperkuat laporan spekulatif dari Citrini Research. Laporan itu menggambarkan skenario di mana sistem AI otonom mengguncang ekonomi AS, meningkatkan pengangguran, dan menekan pasar saham.

Fenomena heavy assets low obsolescence menunjukkan bahwa di tengah revolusi teknologi, aset fisik tetap memiliki daya tarik kuat. Investor kini menimbang ulang antara potensi pertumbuhan digital dan stabilitas sektor riil.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *