Gugatan Harrods Uji Aturan Pembagian Tip Restoran di Inggris

Gugatan Harrods tengah menjadi sorotan publik di Inggris. Perusahaan ritel mewah ini menghadapi proses hukum terkait kebijakan biaya tambahan sebesar £1 per pelanggan di sejumlah restorannya. Kasus ini berpotensi menjadi preseden penting dalam praktik pembagian tip restoran di Inggris.

Sebanyak 29 pekerja restoran Harrods mengajukan perkara ke tribunal ketenagakerjaan. Mereka mendapat dukungan dari serikat pekerja United Voices of the World (UVW). Sidang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.

Para pekerja menilai biaya tambahan tersebut pada praktiknya serupa dengan service charge. Karena itu, mereka berpendapat dana tersebut seharusnya dibagikan kepada staf, bukan menjadi pendapatan perusahaan.

Uji Aturan Employment Act 2023

Perkara ini menjadi yang pertama menguji definisi tip berdasarkan Employment (Allocation of Tips) Act 2023. Undang-undang itu mulai berlaku Oktober 2024. Aturannya mewajibkan restoran, kafe, dan hotel menyalurkan seluruh tip, gratifikasi, serta service charge kepada pekerja secara adil.

Harrods sendiri menerapkan service charge opsional sebesar 12,5 persen. Biaya tersebut disalurkan kepada staf. Namun, biaya wajib £1 per pelanggan tidak termasuk dalam skema pembagian tip restoran.

Manajemen menyatakan biaya tersebut berbeda dari service charge. Perusahaan juga menyebut kebijakan itu lazim diterapkan di restoran mewah dengan permintaan tinggi.

Beberapa restoran lain di London yang mengenakan cover charge antara lain The Ivy, The Delaunay, dan The Wolseley.

Pihak pekerja berpendapat manajer restoran memiliki kewenangan untuk menghapus biaya tersebut atas permintaan pelanggan. Hal ini, menurut mereka, membuat cover charge berfungsi seperti tip. Namun, Harrods membantah klaim tersebut.

Alice Howick, mantan pelayan dan salah satu penggugat, menilai kebijakan itu diterapkan tanpa penjelasan transparan. Ia menyatakan selama biaya itu masih ada, seharusnya dana tersebut mendukung pekerja yang menyiapkan dan menyajikan makanan.

Sekretaris Jenderal UVW, Petros Elia, menilai jika suatu biaya memiliki karakteristik seperti service charge, maka perlakuannya juga harus sama. Ia menyebut perusahaan seharusnya mampu bersikap adil terhadap karyawannya.

Respons Perusahaan dan Isu Lain

Harrods menyatakan telah menyalurkan seluruh service charge kepada staf sejak Januari 2022. Artinya, kebijakan tersebut diterapkan jauh sebelum undang-undang baru berlaku. Perusahaan juga menegaskan bahwa service charge dihitung berdasarkan total tagihan, termasuk cover charge, sehingga staf tetap memperoleh 12,5 persen dari jumlah tersebut.

Juru bicara Harrods menegaskan kebijakan pengupahan disusun melalui dialog langsung dengan karyawan. Perusahaan juga menyebut UVW bukan serikat pekerja yang diakui secara resmi.

Kasus ini muncul di tengah berbagai persoalan lain yang dihadapi Harrods. Sebelumnya, terjadi aksi mogok kerja di unit restoran pada 2024. Selain itu, perusahaan juga menangani klaim kompensasi dari sekitar 180 korban dugaan pelecehan oleh mantan pemiliknya, Mohamed Al Fayed. Hingga kini, lebih dari 50 perempuan disebut telah menerima kompensasi melalui skema yang dibuka sejak Maret tahun lalu.

Perkembangan Gugatan Harrods ini akan menjadi tolok ukur penting dalam praktik pembagian tip restoran di Inggris. Putusan tribunal nantinya dapat memengaruhi kebijakan biaya tambahan di banyak restoran kelas atas.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *