Platform media sosial X menghadirkan pemutar video vertikal terbaru untuk pengguna iOS. Langkah ini dilakukan setelah perusahaan menilai adanya perubahan signifikan dalam cara pengguna menikmati konten video. Sejak awal, pembaruan ini dirancang untuk menyesuaikan diri dengan tren distribusi konten digital yang terus berkembang.
Kepala Produk X, Nikita Bier, menyampaikan bahwa antarmuka pemutar video sebelumnya dinilai sudah waktunya diperbarui. Menurutnya, penyegaran desain menjadi kebutuhan agar platform tetap relevan dengan kebiasaan konsumsi konten seluler saat ini.
Melalui pembaruan ini, pengguna kini dapat memperluas tayangan ke mode layar penuh hanya dengan satu sentuhan. Selain itu, penonton bisa menggulir layar ke atas untuk berpindah ke video berikutnya secara otomatis dan mulus.
Selaras dengan Tren Format Video Vertikal Global
Keputusan mengadopsi format video vertikal tidak lepas dari perubahan perilaku pengguna ponsel pintar. Data riset MOVR Mobile menunjukkan sekitar 94 persen penggunaan harian smartphone berlangsung dalam orientasi potret.
Fenomena ini juga terlihat pada platform lain. YouTube melaporkan bahwa fitur Shorts telah menjangkau lebih dari dua miliar pengguna aktif. Sementara itu, Meta mencatat peningkatan waktu penggunaan pada layanan Reels mereka. Bahkan Disney+ mulai menguji umpan video vertikal untuk penayangan klip film.
Laporan “State of Mobile” dari Data.ai turut menegaskan bahwa durasi penggunaan aplikasi video dan media sosial terus meningkat. Antarmuka berbasis gulir dinilai menjadi salah satu pendorong pertumbuhan paling efektif bagi perusahaan teknologi.
Dengan menjadikan pemutar video vertikal sebagai opsi bawaan yang imersif, X berupaya memperpanjang durasi sesi pengguna. Strategi ini diyakini mampu meningkatkan keterlibatan serta jumlah penayangan ulang konten.
Kritik Pengguna atas Pemotongan Rasio Video
Meski bertujuan meningkatkan pengalaman menonton, pembaruan tersebut memicu kritik dari sebagian pengguna. Mereka menilai konversi otomatis ke layar penuh membuat sebagian video terpotong dan tidak lagi menampilkan rasio aspek aslinya.
Menanggapi keluhan tersebut, Nikita Bier menegaskan bahwa orientasi potret tetap menjadi prioritas perusahaan. Dalam tanggapannya di X pada Senin (23/2/2026), ia menyebut bahwa pendekatan tersebut mendorong kreator untuk mengunggah konten berbentuk persegi atau potret. Ia juga menegaskan bahwa X merupakan perusahaan yang berfokus pada ekosistem seluler.
Lebih lanjut, manajemen memberi sinyal akan menghadirkan pembaruan berbasis video lainnya. X disebut tengah menggandakan ambisinya dalam sektor distribusi video digital.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com.






