Industri teknologi tengah menghadapi krisis chip memori yang semakin serius. Ketersediaan komponen ini menipis, harga melonjak, dan raksasa teknologi bersaing ketat untuk mengamankan pasokan. Masalah ini tidak lagi hanya teknis, tetapi mulai menimbulkan risiko bagi ekonomi global karena peran chip memori yang vital bagi perangkat elektronik, pusat data, dan pengembangan AI.
Di Jepang, pembeli kini dibatasi saat membeli hard-disk drive di toko elektronik. Di China, produsen ponsel memperingatkan kemungkinan kenaikan harga perangkat. Perusahaan besar seperti Microsoft, Google, dan ByteDance bergerak cepat untuk mengamankan stok dari produsen utama seperti Micron, Samsung, dan SK Hynix. Menurut TrendForce, harga chip memori telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak Februari 2025, menandai persaingan global yang semakin ketat.
Proyek AI dan Infrastruktur Digital Terhambat
Kelangkaan chip ini menunda pembangunan pusat data baru dan memperlambat proyek AI senilai miliaran dolar. CEO Greyhound Research, Sanchit Vir Gogia, menyatakan bahwa isu memori kini menjadi ancaman ekonomi makro. Peningkatan permintaan untuk chip AI justru menekan pasokan DRAM konvensional yang dibutuhkan ponsel, PC, dan perangkat rumah tangga.
Beberapa produsen memprioritaskan produksi memori berkecepatan tinggi (HBM), sementara stok DRAM hanya cukup untuk dua hingga empat minggu, jauh menurun dari 13–17 minggu pada akhir 2024. SK Hynix memperingatkan kelangkaan ini dapat berlangsung hingga 2027. Chairman SK Group, Chey Tae-won, mengatakan, “Permintaan sangat tinggi sehingga kami khawatir tidak bisa memenuhi semuanya. Kegagalan pasokan bisa membuat beberapa perusahaan berhenti beroperasi.”
Samsung menyebutkan pihaknya terus memantau kondisi pasar, namun tidak berkomentar soal harga atau kontrak pelanggan. Peningkatan kapasitas produksi pun tidak instan, memerlukan minimal dua tahun, sementara produsen enggan ekspansi berlebihan karena risiko kelebihan pasokan jika tren AI melandai.
Kekurangan chip memori kini menjadi perhatian serius global, menekan pasokan, memicu kenaikan harga, dan menghambat proyek AI serta infrastruktur digital.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.