Logitech mengonfirmasi bahwa perusahaan mengalami pelanggaran data Logitech setelah kelompok pemerasan Clop mengklaim bertanggung jawab atas serangan siber Clop yang menargetkan sistem mereka. Insiden ini turut menyasar data pelanggan, pemasok, serta karyawan. Menurut laporan Bleeping Computer pada Sabtu (15/11/2025), kelompok yang sama sebelumnya mengeksploitasi Oracle e-Business Suite dalam pencurian data pada Juli lalu.
Konfirmasi dan Langkah Penanganan
Logitech telah menyerahkan dokumen Formulir 8-K kepada Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat sebagai laporan resmi atas kejadian tersebut. Perusahaan menyatakan bahwa sejumlah data memang berhasil dicuri, meski operasional, produk, dan proses manufaktur tetap berjalan normal.
Dalam keterangan resminya, Logitech menjelaskan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan eksfiltrasi data. Setelah mendeteksi intrusi, perusahaan langsung melakukan investigasi bersama mitra keamanan siber independen. Data yang terdampak diduga meliputi informasi terbatas milik konsumen, karyawan, serta mitra bisnis.
Data Sensitif Tidak Terpengaruh
Perusahaan menegaskan bahwa data yang sangat sensitif, seperti nomor identitas nasional dan informasi kartu kredit, tidak terdampak. Informasi tersebut tidak tersimpan pada sistem yang disusupi. Logitech menyebut bahwa serangan ini memanfaatkan kerentanan zero-day pada layanan pihak ketiga, yang kemudian segera ditambal setelah pembaruan tersedia.
Konfirmasi resmi ini muncul setelah kelompok Clop memasukkan nama Logitech ke dalam daftar korban di situs kebocoran data mereka. Kelompok tersebut mengklaim telah menyebarkan hampir 1,8 TB data yang diambil dari sistem internal.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.