Anthropic Bayar $1,5 Miliar untuk Selesaikan Gugatan Hak Cipta Penulis

Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic sepakat membayar $1,5 miliar untuk mengakhiri gugatan class action dari sekelompok penulis yang menuduh karya mereka dipakai melatih chatbot Claude tanpa izin.

Permintaan persetujuan diajukan bersama para penggugat ke Hakim Distrik AS William Alsup pada Jumat (6/9). Kesepakatan ini sebelumnya diumumkan pada Agustus tanpa menyebutkan nilai kompensasi.

Dalam dokumen pengadilan, para penulis menyebut, jika disetujui, kesepakatan ini akan menjadi pemulihan hak cipta terbesar dalam sejarah, melampaui kasus serupa yang pernah ada.

Gugatan Hak Cipta AI

Gugatan dilayangkan tahun lalu oleh penulis Andrea Bartz, Charles Graeber, dan Kirk Wallace Johnson. Mereka menuduh Anthropic, yang mendapat dukungan dari Amazon dan Alphabet, menyimpan lebih dari tujuh juta buku bajakan untuk melatih sistem AI.

Hakim Alsup pada Juni lalu memutuskan penggunaan karya tersebut sebagai pelatihan masuk kategori fair use. Namun, ia menyatakan Anthropic melanggar hukum karena menyimpan karya bajakan dalam “perpustakaan pusat” tanpa kejelasan tujuan.

Sidang yang seharusnya berlangsung Desember mendatang dibatalkan setelah tercapai kesepakatan. Sebelumnya, potensi ganti rugi diperkirakan bisa mencapai ratusan miliar dolar.

Implikasi Lebih Luas

Kasus ini menjadi penyelesaian pertama dalam rangkaian gugatan serupa terhadap OpenAI, Microsoft, dan Meta terkait penggunaan karya berhak cipta untuk melatih sistem AI generatif.

Perdebatan soal hak cipta AI masih terus berlanjut di pengadilan lain. Seorang hakim federal di San Francisco bahkan menilai penggunaan karya tanpa izin untuk pelatihan AI bisa dianggap ilegal dalam banyak situasi.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *