AS dan China Bahas Perpanjangan Gencatan Senjata Dagang Selama 90 Hari

gencatan senjata dagang
Sumber Foto : Canva

Amerika Serikat dan Tiongkok kembali duduk bersama dalam pembicaraan perdagangan terbaru yang berlangsung di Swedia. Pertemuan ini memunculkan harapan akan tercapainya perpanjangan gencatan senjata dagang selama 90 hari, di tengah ketegangan yang sempat meruncing antara dua ekonomi terbesar dunia.

Delegasi AS dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, sementara delegasi Tiongkok diketuai oleh Wakil Perdana Menteri He Lifeng. Pertemuan ini berlangsung tidak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan kerangka tarif dengan Uni Eropa, memperkuat posisi Washington dalam negosiasi global.

Saat ini, masa berlaku gencatan senjata dagang antara AS dan China akan berakhir pada 12 Agustus. Gencatan ini sebelumnya dicapai melalui pertemuan di Jenewa dan London, yang memungkinkan kedua negara menurunkan tarif sementara terhadap berbagai produk impor masing-masing.

Isyarat Perpanjangan Truce dan Pengaruh Ekspor Teknologi

Minggu lalu, Scott Bessent menyatakan bahwa pembicaraan perdagangan AS-China berada dalam “posisi yang sangat baik”, dan mengindikasikan adanya kemungkinan kesepakatan baru yang memperpanjang truce saat ini. Laporan dari South China Morning Post juga menguatkan bahwa kedua negara diperkirakan akan menyepakati perpanjangan selama tiga bulan ke depan.

Sementara itu, Financial Times mengabarkan bahwa pemerintah AS telah menghentikan sementara pembatasan ekspor teknologi ke China. Langkah ini diambil untuk menjaga kelancaran dialog dagang serta membuka jalan bagi pertemuan antara Trump dan Presiden Xi Jinping. Ekspor chip untuk teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi isu sentral dalam konflik ini, karena kekhawatiran AS atas potensi penggunaannya oleh militer Tiongkok dan keunggulan kompetitif perusahaan teknologi Negeri Tirai Bambu.

Kesepakatan Dagang Global Kian Menguat

Selain pembicaraan perdagangan AS-China, Gedung Putih juga menjalin sejumlah kesepakatan dengan mitra dagang utama lainnya. Dalam sepekan terakhir, AS berhasil mencapai kesepakatan kerangka dagang dengan Uni Eropa dan Jepang.

Kesepakatan dengan Jepang melibatkan komitmen investasi senilai USD 550 miliar di AS, dan penetapan tarif impor sebesar 15% untuk produk Jepang — jauh di bawah ancaman tarif 25% yang sempat dilontarkan Trump. Inggris bahkan memperoleh tarif terendah sejauh ini, yaitu 10%, dalam kesepakatannya dengan Washington. Kesepakatan serupa juga telah dicapai dengan Indonesia dan Vietnam.

Meskipun belum ada terobosan besar yang diharapkan dari putaran pembicaraan perdagangan AS-China kali ini, sinyal positif mengenai perpanjangan gencatan senjata dagang menjadi harapan baru bagi stabilitas perdagangan global.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bbcnews.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *