AS Genjot Investasi Siber ke Israel, Fokus pada Startup dan Pertahanan Digital

investasi keamanan siber
Sumber Foto : Freepik

Amerika Serikat meningkatkan investasi keamanan siber ke Israel dalam upaya memperkuat kerja sama strategis di sektor teknologi pertahanan. Berdasarkan laporan terbaru dari Startup Nation Central (SNC), sekitar 40% dari total investasi AS di sektor keamanan digital kini mengalir ke perusahaan-perusahaan siber asal Israel.

Laporan tersebut mencatat lebih dari 500 perusahaan siber Israel yang aktif, dengan sebagian besar — sekitar 60% — masih berada di tahap awal pengembangan. Sementara itu, 16% perusahaan sudah memasuki fase pertumbuhan, angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata 7% untuk subsektor teknologi lainnya.

Perusahaan Rintisan Tarik Investasi Besar

Meskipun jumlah perusahaan keamanan siber hanya mewakili sekitar 75 entitas dari seluruh ekosistem teknologi di Israel, sektor ini mampu menarik 38% dari keseluruhan investasi pada tahun 2024. Angka tersebut naik dua kali lipat dibandingkan tahun 2023.

Dari sisi tenaga kerja, sekitar 20% dari perusahaan siber di Israel mempekerjakan 51 hingga 200 karyawan. Sementara itu, 11% lainnya memiliki lebih dari 200 pekerja — proporsi yang lebih tinggi dibanding rata-rata sektor teknologi lainnya di negara tersebut.

CEO Startup Nation Central, Avi Hasson, menjelaskan bahwa pentingnya investasi keamanan siber semakin meningkat seiring berkembangnya teknologi digital seperti kecerdasan buatan dan komputasi awan. Ia juga menekankan bahwa ketergantungan dunia terhadap infrastruktur digital membuat keamanan informasi menjadi prioritas global.

AS Dominasi Investasi Internasional di Tengah Ancaman Siber

Laporan SNC juga menunjukkan adanya pergeseran arah investasi asing. Jika sebelumnya investor dari Eropa dan Asia cukup aktif, kini kontribusi mereka menurun, digantikan oleh peningkatan investasi dari Amerika Serikat dalam dua tahun terakhir.

Dalam laporan lain yang dilansir oleh All Israel News, Wakil Kepala Pertahanan Siber Israel, Nitzan Amar, menyebutkan bahwa negaranya menghadapi lonjakan serangan siber hingga 300% dari Iran dan Hizbullah sejak 7 Oktober. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa tidak ada serangan yang berhasil membahayakan infrastruktur nasional ataupun operasi militer Israel.

Direktorat Siber Nasional Israel (INCD) turut melaporkan bahwa sepanjang 2024, Iran telah melakukan serangan berupa perusakan layanan digital dan pemerasan data terhadap Israel dan sekutunya. Upaya ini termasuk penggunaan sistem pemerintahan yang dibajak untuk menyerang secara digital.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Sumber : bisnis.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *