Krisis Iklim Ancam Produktivitas Petani Inggris dan Pasokan Pangan Lokal

krisis iklim petani
Sumber Foto : Freepik

Lebih dari 80% petani di Inggris menyatakan kekhawatirannya terhadap dampak krisis iklim yang semakin terasa, menurut sebuah studi terbaru dari Energy and Climate Intelligence Unit (ECIU). Mereka khawatir kondisi cuaca yang kian tak menentu akan mengancam kelangsungan usaha pertanian serta mengganggu ketersediaan pangan lokal.

Studi tersebut mengungkap bahwa sebanyak 87% petani telah mengalami penurunan produktivitas akibat cuaca ekstrem. Sementara itu, 84% dari mereka mengaku hasil panen turun secara signifikan, dan lebih dari tiga perempat mengalami kerugian pendapatan. Hanya 2% petani yang melaporkan belum pernah terdampak cuaca ekstrem selama lima tahun terakhir.

Cuaca Ekstrem dan Ketidakpastian Panen

Dalam lima tahun terakhir, 78% petani terdampak kekeringan, dan lebih dari setengahnya mengalami gelombang panas yang memperparah kondisi lahan. Situasi ini turut menekan hasil panen dan memicu kekhawatiran terkait panen tahun 2025, yang terancam gagal akibat musim semi terpanas dan terkering sepanjang sejarah Inggris.

Kondisi tersebut juga turut memengaruhi harga pangan. British Retail Consortium, asosiasi yang mewakili lebih dari 200 peritel besar, menyatakan bahwa hasil panen yang terganggu akibat cuaca panas telah mendorong kenaikan harga bahan pangan di pasar.

Seruan Dukungan Pemerintah untuk Adaptasi Pertanian

Analis ECIU, Tom Lancaster, menyebutkan bahwa para petani berada di garis depan dalam menghadapi krisis iklim. Ia menegaskan bahwa dampaknya sangat nyata terhadap kegiatan pertanian dan pendapatan mereka. Pendapatan dari sektor tanaman pangan tahun lalu bahkan dilaporkan turun lebih dari £1 miliar—salah satu yang terburuk dalam beberapa dekade terakhir.

Anthony Curwen, seorang petani dari Kent, menggambarkan betapa sulitnya bertani di tengah cuaca ekstrem yang silih berganti. “Kami menghadapi kekeringan, banjir besar, lalu kembali kekeringan dalam waktu yang singkat. Ini sungguh menghancurkan,” ujarnya.

Curwen menambahkan bahwa stabilitas dan dukungan kebijakan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar petani mampu beradaptasi. Hampir 60% petani menuntut kejelasan jangka panjang dalam skema pertanian hijau guna membangun ketahanan menghadapi perubahan iklim.


Krisis iklim petani Inggris menjadi peringatan serius akan pentingnya langkah adaptasi terhadap dampak cuaca ekstrem di sektor pertanian. Pemerintah dan pelaku industri perlu bergerak cepat agar ketahanan pangan dapat terjaga di tengah perubahan iklim yang semakin nyata.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *