Nike Pangkas Produksi di China, Saham Naik 13% Berkat Strategi Pemulihan

Saham Nike
Suimber Foto : Freepik

Saham Nike melonjak 13,3% pada Jumat lalu. Kenaikan ini didorong oleh proyeksi pemulihan bisnis dan rencana pengurangan produksi Nike di China untuk pasar Amerika Serikat. Strategi baru ini dinilai meningkatkan kepercayaan investor.

Selama beberapa tahun, merek-merek besar mulai mengalihkan produksi dari China. Alasannya adalah meningkatnya ketegangan antara AS dan China. Kebijakan tarif impor terbaru dari mantan Presiden Donald Trump ikut mempercepat langkah tersebut.

Langkah Strategis untuk Efisiensi Biaya

Nike berencana menurunkan porsi impor dari China menjadi satu digit. Saat ini, angkanya masih di 16%. Tujuan utamanya adalah menekan lonjakan biaya tarif yang diperkirakan bisa mencapai US$1 miliar.

Meski laba turun dan penjualan di China jatuh 20%, analis pasar tetap optimistis. Simon Jaeger dari Flossbach von Storch menyebut pasar lebih melihat ke depan dibandingkan mengevaluasi hasil jangka pendek.

CEO baru Nike, Elliott Hill, mendorong kembalinya semangat olahraga pada brand ini. Peluncuran sepatu lari Vomero 18 menunjukkan hasil positif, dengan pertumbuhan di kategori lari.

Perubahan Saluran Penjualan dan Penguatan Brand

Nike juga mengubah strategi penjualannya. Perusahaan tidak lagi hanya fokus pada model direct-to-consumer. Kini, Nike kembali memanfaatkan jalur multi-kanal, termasuk berjualan lagi di Amazon setelah enam tahun.

Diskon untuk produk gaya hidup seperti Air Force 1 dan Dunk juga dilakukan untuk mengurangi stok. CFO Nike, Matthew Friend, menyebut bahwa kondisi inventaris akan membaik pada paruh pertama tahun fiskal 2026.

Analis UBS mencatat bahwa pemanfaatan atlet Nike kini lebih optimal. Penundaan peluncuran produk kolaborasi dengan Skims menjadi indikasi bahwa Nike kembali fokus pada pasar olahraga.

Dampak Positif Terhadap Industri Serupa

Kenaikan saham Nike turut mendorong harga saham Adidas, Puma, dan JD Sports. Ketiganya naik antara 3% hingga 7%. Saham On Running dan Deckers Outdoors juga mengalami kenaikan sekitar 2%.

Meski penjualan Nike turun 12% di kuartal keempat, hasil ini masih lebih baik dari prediksi penurunan 14,9%. Untuk kuartal pertama, Nike memperkirakan penurunan pendapatan hanya di kisaran menengah satu digit.

Sepanjang tahun ini, saham Nike masih turun 17,4%. Namun, rasio harga terhadap laba (forward P/E) Nike berada di angka 1,90. Ini lebih tinggi dibandingkan Adidas (1,58) dan Puma (0,64). Setidaknya 11 perusahaan sekuritas telah menaikkan target harga saham Nike. Salah satunya HSBC yang meningkatkan peringkat dari “hold” menjadi “buy”.


Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com/artikel.

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *