Megaport mengumumkan keberhasilan memperoleh empat kontrak baru di sektor infrastruktur AI dengan nilai total mencapai A$458,9 juta. Untuk mendukung ekspansi tersebut, perusahaan asal Australia itu juga berencana menghimpun dana sebesar A$827,3 juta guna membangun jaringan cloud inference global yang ditujukan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan komputasi kecerdasan buatan.
Kontrak-kontrak tersebut berasal dari empat penyedia teknologi berbasis Amerika Serikat yang menjalankan berbagai aplikasi AI. Seluruh proyek dijadwalkan mulai berjalan pada paruh pertama 2027 dan diperkirakan membutuhkan belanja modal sekitar A$369,5 juta. Sebagian besar investasi akan dialokasikan untuk pengadaan GPU berperforma tinggi dari Nvidia, serta pengembangan infrastruktur jaringan dan penyimpanan data.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Megaport akan membentuk cloud inference global yang tersebar di berbagai wilayah. Platform ini akan didukung oleh kumpulan GPU sesuai permintaan dengan investasi awal sekitar A$350 juta. Layanan tersebut nantinya ditawarkan kepada pelanggan perusahaan melalui skema kontrak jangka panjang maupun model pembayaran berdasarkan penggunaan.
Langkah ini menandai perluasan besar dalam bisnis infrastruktur AI Megaport. Perusahaan melihat permintaan komputasi berbasis GPU akan terus meningkat seiring pergeseran kebutuhan industri dari pelatihan model AI menuju proses inferensi yang membutuhkan respons cepat dan latensi rendah.
Analis pasar Vantage Markets, Hebe Chen, menilai Megaport tengah memposisikan diri sebagai penyedia infrastruktur pendukung utama dalam perkembangan industri AI. Menurutnya, perusahaan berpotensi memperoleh manfaat dari gelombang investasi besar-besaran yang saat ini mengalir ke pembangunan ekosistem kecerdasan buatan.
Perluas Peran dalam Rantai Nilai AI
Saat ini Megaport mengoperasikan jaringan yang terhubung ke lebih dari 1.100 pusat data di 31 negara. Infrastruktur tersebut dinilai memberikan keunggulan dalam menghadirkan kapasitas komputasi AI lebih dekat ke pengguna akhir sekaligus membantu mengatasi berbagai hambatan seperti ketersediaan daya, konektivitas jaringan, dan akses terhadap GPU berkapasitas tinggi.
Chen menambahkan bahwa pembangunan pool GPU dapat mendorong Megaport naik ke level bisnis yang lebih tinggi. Jika sebelumnya perusahaan fokus menghubungkan pusat data dan platform cloud, kini Megaport berpeluang menjadi penyedia akses komputasi yang dibutuhkan perusahaan untuk mengimplementasikan AI dalam skala besar.
Galang Dana dan Perbarui Proyeksi Pendapatan
Untuk membiayai ekspansi tersebut, Megaport akan menerbitkan saham baru melalui skema entitlement offer senilai A$827,3 juta. Harga penerbitan ditetapkan sebesar A$14,30 per saham, atau sekitar 13,9% lebih rendah dibanding harga penutupan saham pada 1 Juni. Saham perusahaan sempat dihentikan sementara perdagangannya hingga 5 Juni terkait aksi korporasi tersebut.
Di sisi kinerja bisnis, Megaport juga memperbarui panduan pendapatan tahun fiskal 2026. Perusahaan kini memperkirakan pendapatan berada pada kisaran A$307 juta hingga A$315 juta, dibandingkan proyeksi sebelumnya yang berkisar antara A$302 juta hingga A$317 juta. Revisi ini mencerminkan kuatnya pertumbuhan bisnis jaringan yang menjadi fondasi utama ekspansi perusahaan di sektor infrastruktur AI.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com