GameStop Catat Pendapatan Naik 14%, Siapkan Buyback Saham US$2 Miliar

GameStop mencatat kenaikan pendapatan kuartalan sebesar 14% dan mengumumkan program buyback saham senilai US$2 miliar. Kinerja positif tersebut mendorong optimisme investor, yang terlihat dari lonjakan harga saham perusahaan dalam perdagangan setelah penutupan pasar.

Peritel video game asal Amerika Serikat itu membukukan penjualan bersih sebesar US$835,3 juta pada kuartal pertama yang berakhir 2 Mei 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan US$732,4 juta pada periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan pendapatan terutama ditopang oleh tingginya permintaan produk koleksi seperti kartu perdagangan dan barang koleksi lainnya.

Selain peningkatan pendapatan, laba bersih GameStop melonjak tajam menjadi US$389,6 juta, jauh di atas capaian US$44,8 juta pada tahun sebelumnya. Kinerja tersebut menunjukkan efektivitas strategi perusahaan dalam mengalihkan fokus bisnis dari penjualan perangkat keras tradisional menuju segmen koleksi yang memiliki margin lebih tinggi.

Buyback Saham hingga 2029

Dewan direksi GameStop juga menyetujui program buyback saham baru senilai US$2 miliar yang akan berlangsung hingga 2 Juni 2029. Program ini menggantikan otorisasi pembelian kembali saham yang diterbitkan pada Maret 2019. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Pengumuman tersebut mendapat respons positif dari pasar. Saham GameStop sempat melonjak lebih dari 7% dalam perdagangan setelah jam bursa usai setelah laporan keuangan dan rencana buyback saham diumumkan.

Fokus Baru di Tengah Perubahan Industri

Dalam beberapa tahun terakhir, GameStop terus menyesuaikan model bisnisnya seiring pergeseran konsumen ke pembelian game digital dan transaksi daring. Perusahaan kini lebih agresif mengembangkan bisnis kartu koleksi dan berbagai produk kolektibel sebagai sumber pertumbuhan baru.

Di saat yang sama, GameStop masih melanjutkan upaya untuk mengakuisisi eBay meskipun tawaran senilai sekitar US$56 miliar yang diajukan sebelumnya telah ditolak oleh perusahaan e-commerce tersebut. CEO GameStop, Ryan Cohen, menyatakan tetap berkomitmen mengejar transaksi tersebut dan bahkan membuka peluang untuk membawa proposal langsung kepada para pemegang saham eBay.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *