Capri Holdings Proyeksikan Penjualan Turun, Andalkan Strategi Michael Kors untuk Pemulihan

Capri Holdings (Capri Holdings) memperkirakan penurunan penjualan berlanjut pada kuartal berikutnya, meski tetap mempertahankan proyeksi laba tahunan yang optimistis. Harapan pemulihan bertumpu pada penguatan kembali merek Michael Kors melalui perubahan strategi bisnis dan penyesuaian produk.

Perusahaan menargetkan perluasan basis konsumen, khususnya pembeli muda dan kalangan berpenghasilan tinggi yang masih aktif membeli produk non-esensial seperti tas, meski tekanan inflasi masih berlangsung. Dalam laporan terbarunya, Capri juga mengungkapkan bahwa pendapatan kuartal pertama diperkirakan hanya sekitar US$750 juta, lebih rendah dari estimasi analis US$789,7 juta.

Dorong Penjualan Tanpa Diskon Besar

Dalam upaya memperbaiki citra merek, Capri mulai mengurangi program promosi dan lebih banyak menjual produk dengan harga penuh. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Michael Kors untuk menjaga nilai merek di pasar premium.

Selain itu, perusahaan mengubah fokus produk ke tas berukuran lebih kecil serta alas kaki kasual yang dinilai lebih sesuai dengan preferensi konsumen muda. Upaya ini menjadi inti dari kinerja Capri Holdings dalam menghadapi persaingan industri fashion global.

Michael Kors, yang menyumbang porsi terbesar pendapatan Capri, masih mencatat penurunan penjualan sebesar 5,5% menjadi US$656 juta. Kondisi ini mempertegas tekanan yang dihadapi merek tersebut di tengah persaingan dengan pemain lain seperti Coach dari Tapestry (Tapestry Inc.), yang dinilai memiliki daya tarik merek lebih kuat.

Tekanan Pasar dan Langkah Restrukturisasi

Capri juga menghadapi tantangan dari sisi portofolio setelah menjual merek Versace kepada Prada tahun lalu, sebagai bagian dari upaya memperkuat neraca keuangan dan mengurangi beban utang.

Meski demikian, laporan kuartal keempat menunjukkan hasil yang relatif stabil dengan pendapatan US$796 juta sesuai ekspektasi pasar. Laba per saham yang disesuaikan mencapai 22 sen, jauh di atas perkiraan 11 sen, dengan margin kotor yang meningkat.

Perusahaan juga mencatat pengembalian tarif senilai US$65 juta berdasarkan aturan International Emergency Economic Powers Act, yang ikut menopang kinerja keuangan terbaru.

Untuk tahun fiskal 2027, Capri memproyeksikan laba per saham sekitar US$2,15, lebih tinggi dari estimasi analis US$1,83. Namun, saham perusahaan tetap tertekan dan sempat turun sekitar 2% setelah laporan dirilis.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *