Anthropic Siapkan AI Pemburu Celah Keamanan, Temukan Ribuan Kerentanan Kritis di Internet

Anthropic tengah mempersiapkan peluncuran lebih luas model kecerdasan buatan (AI) pemburu celah keamanan bernama Mythos. Model AI pemburu celah keamanan tersebut sebelumnya hanya dapat diakses secara terbatas karena dinilai memiliki kemampuan sangat tinggi dalam menemukan kerentanan pada perangkat lunak yang berpotensi disalahgunakan oleh pelaku kejahatan siber.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu memperkenalkan Mythos pada April 2026 melalui program terbatas Project Glasswing. Langkah pembatasan akses dilakukan untuk mencegah penggunaan teknologi tersebut oleh pihak yang dapat mengeksploitasi kelemahan sistem digital secara masif.

Menurut laporan yang dikutip dari The Register, Anthropic berencana membuka akses lebih luas terhadap teknologi tersebut setelah berhasil meningkatkan sistem perlindungan yang mampu mengurangi risiko penyalahgunaan. Perusahaan juga berupaya memperluas kerja sama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk pemerintah Amerika Serikat, sebagai bagian dari pengembangan Project Glasswing.

Ribuan Kerentanan Berhasil Ditemukan

Kemampuan Mythos menarik perhatian berbagai pihak setelah sejumlah negara mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampaknya. Jepang disebut melakukan evaluasi keamanan secara menyeluruh, sementara India mendorong percepatan perbaikan sistem di sektor keuangan guna mengantisipasi ancaman yang mungkin muncul dari pemanfaatan teknologi serupa.

Dalam pengujian internal, AI pemburu celah keamanan tersebut digunakan untuk memindai lebih dari 1.000 proyek perangkat lunak sumber terbuka yang menjadi fondasi berbagai layanan internet global. Hasilnya, Mythos menemukan sekitar 23.019 kerentanan, termasuk 6.202 di antaranya yang dikategorikan berisiko tinggi hingga kritis.

Anthropic menyatakan seluruh temuan penting terlebih dahulu melalui proses verifikasi bersama komunitas keamanan siber sebelum disampaikan kepada pengelola perangkat lunak terkait. Tujuannya untuk memastikan tingkat keparahan kerentanan telah dinilai secara akurat sebelum dilakukan pengungkapan.

Industri Keamanan Siber Hadapi Tantangan Baru

Besarnya jumlah laporan yang dihasilkan AI keamanan siber ini juga memunculkan tantangan baru bagi para pengembang perangkat lunak. Beberapa pengelola proyek open-source dilaporkan kesulitan menangani lonjakan temuan karena keterbatasan sumber daya dan kapasitas tim keamanan mereka.

Salah satu kerentanan paling serius yang ditemukan Mythos berada pada pustaka kriptografi wolfSSL yang digunakan miliaran perangkat di seluruh dunia. Celah yang terdaftar sebagai CVE-2026-5194 itu memungkinkan penyerang memalsukan sertifikat digital sehingga situs palsu dapat terlihat sah bagi pengguna. Kerentanan tersebut kini telah ditutup melalui pembaruan yang dirilis pengembang.

Anthropic mengakui bahwa hingga saat ini belum ada perusahaan teknologi yang memiliki mekanisme perlindungan sempurna untuk mencegah penyalahgunaan model AI dengan kemampuan setara Mythos. Karena itu, perusahaan memilih pendekatan peluncuran bertahap sambil terus memperkuat sistem pengaman dan proses pengawasan penggunaan teknologi tersebut.

Sebagian besar kerentanan yang ditemukan juga masih berada dalam masa pengungkapan terkoordinasi selama 90 hari. Kondisi ini membuat tingkat penyelesaian perbaikan belum sepenuhnya tinggi. Di sisi lain, derasnya temuan dari AI keamanan siber diperkirakan akan menambah beban ekosistem keamanan digital global yang selama ini sudah menghadapi kekurangan tenaga dan sumber daya.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *