Schneider Electric menegaskan komitmennya sebagai mitra teknologi energi digital di tengah percepatan transformasi industri global. Perusahaan ini mendorong penerapan elektrifikasi, otomatisasi, dan digitalisasi guna meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung keberlanjutan di berbagai sektor.
President Director Schneider Electric Indonesia & Timor Leste, Martin Setiawan, mengatakan perusahaan siap membantu industri, bisnis, hingga hunian beradaptasi dengan lanskap energi baru. Menurutnya, peningkatan biaya energi, tuntutan keberlanjutan, serta perkembangan kecerdasan buatan menjadi tantangan sekaligus peluang strategis.
Ia mengungkapkan, kebutuhan listrik global diperkirakan melonjak sekitar 40% hingga 2035, dengan tambahan hampir 1.000 TWh per tahun. Lonjakan ini dipicu oleh percepatan elektrifikasi dan pertumbuhan sektor baru seperti pusat data dan teknologi AI. Di sisi lain, kapasitas pusat data global juga diproyeksikan meningkat hingga empat kali lipat sebelum 2030.
Dorong Infrastruktur Energi Berbasis Digital
Perubahan tersebut turut memicu transformasi rantai pasok global. Sekitar 97% perusahaan pada pertengahan 2024 berencana merombak strategi rantai pasok dalam dua tahun, dengan fokus pada lokalisasi, otomatisasi, dan keberlanjutan untuk menjaga fleksibilitas operasional.
Menjawab kebutuhan itu, Schneider Electric menghadirkan berbagai solusi berbasis perangkat lunak dan sistem terbuka. Di sektor pusat data, perusahaan mengembangkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus menjaga keandalan operasional di tengah tingginya permintaan komputasi berbasis AI.
Pada sektor bangunan, pemanfaatan teknologi AI memungkinkan efisiensi energi yang lebih optimal. Solusi seperti SpaceLogic Room Controller mampu mengelola sistem HVAC secara otomatis, sehingga konsumsi energi dapat ditekan dan performa bangunan menjadi lebih cerdas.
Integrasi AI dan Energi Jadi Kunci
Sementara itu, di sektor jaringan listrik, integrasi energi terbarukan menuntut sistem yang lebih adaptif. Schneider Electric memanfaatkan platform berbasis IoT dan solusi microgrid advisor berbasis AI untuk membantu operator menyeimbangkan pasokan dan permintaan listrik, sekaligus menekan emisi karbon.
Martin menegaskan, integrasi antara sistem energi dan teknologi digital menjadi fondasi utama transformasi energi digital. Hal ini diwujudkan melalui platform EcoStruxure yang memungkinkan pemantauan serta optimalisasi energi secara real-time berbasis data.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mempercepat adopsi teknologi energi. Schneider Electric membangun ekosistem mitra global yang melibatkan integrator sistem, mitra teknologi, hingga komunitas profesional kelistrikan untuk memperluas implementasi solusi secara lebih cepat dan luas.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






