Jane Street, perusahaan trading kuantitatif asal Amerika Serikat, menandatangani kesepakatan cloud AI senilai US$6 miliar atau sekitar Rp96 triliun dengan CoreWeave. Kesepakatan ini juga diikuti dengan tambahan investasi saham senilai US$1 miliar, yang memperkuat hubungan kedua perusahaan dalam ekosistem komputasi kecerdasan buatan.
Dengan total komitmen mencapai sekitar US$7 miliar, Jane Street akan memanfaatkan infrastruktur GPU milik CoreWeave untuk mendukung riset, pengembangan model AI, serta peningkatan sistem perdagangan berbasis data. Langkah ini menandai semakin besarnya peran komputasi AI dalam industri keuangan modern.
Tambahan investasi saham tersebut dilakukan pada harga sekitar US$109 per lembar. Aksi ini membuat Jane Street menjadi salah satu pemegang saham signifikan di CoreWeave, yang dikenal sebagai penyedia cloud berbasis GPU khusus untuk kebutuhan AI berskala besar.
Peran CoreWeave di ekosistem AI
CoreWeave saat ini menjadi salah satu pemain penting dalam penyediaan infrastruktur komputasi AI, terutama untuk pelatihan model besar yang membutuhkan daya pemrosesan tinggi. Permintaan terhadap layanan seperti ini terus meningkat seiring berkembangnya teknologi AI generatif.
Kesepakatan ini juga menunjukkan perubahan strategi di sektor keuangan, di mana perusahaan trading tidak lagi hanya mengandalkan algoritma internal, tetapi juga infrastruktur komputasi eksternal untuk meningkatkan kecepatan dan akurasi analisis pasar.
Langkah Jane Street mempertegas tren bahwa persaingan di dunia trading kuantitatif kini sangat bergantung pada akses terhadap sumber daya komputasi berperforma tinggi, seiring meningkatnya kompleksitas model AI yang digunakan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






