BlackRock membukukan kenaikan laba kuartalan pada periode terbaru, didorong oleh meningkatnya arus dana masuk ke produk ETF serta kenaikan pendapatan dari performance fee. Kinerja ini menunjukkan ketahanan bisnis manajer aset terbesar di dunia di tengah kondisi pasar global yang masih fluktuatif.
Pada kuartal tersebut, laba bersih BlackRock tercatat sekitar US$2,2 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba per saham (EPS) berada di kisaran US$14,06, sementara total aset kelolaan mencapai sekitar US$13,89 triliun.
Arus dana masuk menjadi salah satu faktor utama pertumbuhan. BlackRock mencatat net inflow sekitar US$130 miliar, dengan kontribusi besar datang dari produk ETF, terutama ETF aktif BlackRock yang semakin diminati investor global.
Performance fee juga mengalami peningkatan signifikan, mencapai sekitar US$272 juta. Kenaikan ini mencerminkan kinerja sejumlah portofolio investasi yang berhasil melampaui ekspektasi pasar.
ETF Aktif Dorong Pertumbuhan
Permintaan terhadap ETF aktif meningkat seiring investor mencari instrumen yang lebih fleksibel di tengah ketidakpastian pasar. Produk ini menggabungkan strategi pengelolaan aktif dengan struktur ETF yang efisien, sehingga menjadi pilihan menarik bagi investor institusi maupun ritel.
Di sisi lain, BlackRock terus memperkuat diversifikasi bisnis melalui pengelolaan aset privat dan strategi investasi berbasis kinerja. Langkah ini membantu menjaga stabilitas pendapatan perusahaan di tengah dinamika pasar global.
Secara keseluruhan, kombinasi arus dana masuk yang solid, pertumbuhan ETF aktif, dan kenaikan performance fee menjadi pendorong utama kinerja laba kuartalan BlackRock pada periode ini.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






