Italia memang tercatat sebagai satu-satunya negara besar Uni Eropa yang membukukan kenaikan ekspor ke Amerika Serikat pada tahun lalu di tengah tekanan tarif perdagangan era Donald Trump. Namun, data rinci menunjukkan kenaikan tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor sementara dan tidak mencerminkan kekuatan ekspor yang merata.
Badan statistik Italia (ISTAT) melaporkan ekspor ke AS naik 7,2% secara tahunan. Pemerintah sempat menyebut capaian itu sebagai bukti ketahanan industri Italia. Namun, analisis dari asosiasi industri Confindustria menunjukkan gambaran berbeda, di mana lonjakan tersebut hampir seluruhnya ditopang oleh sektor farmasi.
Pengiriman farmasi tercatat melonjak lebih dari 50% karena percepatan pengiriman sebelum kenaikan tarif diberlakukan. Tanpa kontribusi sektor ini, kinerja ekspor Italia ke AS justru turun 1,6%. Bahkan jika pesanan besar seperti kapal dan transportasi khusus ikut dikecualikan, penurunan melebar hingga 5,7%.
Penurunan Terjadi di Mayoritas Sektor
Dari total 22 sektor manufaktur yang dipantau ISTAT, sebanyak 16 sektor mengalami penurunan permintaan dari Amerika Serikat. Sebagian di antaranya mencatat penurunan tajam, menunjukkan tekanan yang cukup luas di pasar ekspor utama Italia tersebut.
Kebijakan tarif perdagangan AS yang disepakati Uni Eropa dengan tarif sekitar 15% mulai berlaku pada Agustus tahun lalu. Namun, dampaknya diperkirakan belum sepenuhnya tercermin dalam data perdagangan terbaru, sehingga risiko penurunan lanjutan masih terbuka.
Ketergantungan Pasar AS Jadi Risiko
Amerika Serikat kini menyerap sekitar 10,8% ekspor Italia, atau sekitar 70 miliar euro. Dalam 15 tahun terakhir, porsi ini terus meningkat, menjadikan AS sebagai salah satu pasar terpenting bagi Italia di luar Uni Eropa.
Meski demikian, ketergantungan ini justru menjadi risiko. Confindustria memperkirakan potensi kerugian ekspor bisa mencapai lebih dari 16 miliar euro per tahun jika struktur tarif saat ini bertahan. Bahkan pada skenario tarif lebih rendah, dampaknya berpotensi mengurangi ratusan ribu lapangan kerja.
Sektor farmasi yang menjadi penopang utama juga dinilai rentan karena sebagian besar produksinya dijalankan oleh perusahaan asing yang memanfaatkan Italia sebagai basis manufaktur berbiaya lebih rendah.
Dorongan Diversifikasi Pasar
Di tengah tekanan tersebut, pelaku industri mendorong strategi diversifikasi pasar ke wilayah seperti Amerika Selatan, India, Meksiko, hingga Asia Tenggara. Namun, upaya ini tidak sepenuhnya mudah karena banyak perusahaan global juga memperluas pasar ke wilayah yang sama.
Sejumlah pelaku usaha menilai bahwa kondisi saat ini menuntut pendekatan yang lebih aktif di lapangan untuk mempertahankan pelanggan, bukan hanya mengandalkan strategi ekspor jarak jauh.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com





