ChromeOS Flex USB Kit Jadi Solusi Murah Hidupkan PC Lama Usai Windows 10 Berakhir

Google menawarkan ChromeOS Flex USB Kit seharga sekitar Rp51.000 sebagai solusi praktis untuk menghidupkan kembali PC lama setelah dukungan Windows 10 resmi dihentikan pada Oktober 2025. Langkah ini menjadi alternatif murah di tengah jutaan pengguna yang tidak dapat melakukan upgrade ke sistem operasi terbaru.

Diperkirakan lebih dari 500 juta perangkat tidak kompatibel dengan Windows 11 karena keterbatasan spesifikasi. Kondisi ini membuat pengguna dihadapkan pada pilihan sulit, yakni tetap menggunakan sistem yang rentan keamanan atau membeli perangkat baru dengan biaya tinggi.

Melihat celah tersebut, Google bekerja sama dengan Back Market menghadirkan paket instalasi berbasis USB. Meski ChromeOS Flex sebenarnya bisa diunduh gratis, kehadiran kit fisik ini ditujukan untuk mempermudah pengguna awam dalam proses instalasi tanpa langkah teknis yang rumit.

Pengguna cukup mencolokkan USB ke perangkat, mengikuti panduan sederhana, dan sistem operasi baru dapat langsung digunakan. Dengan pendekatan ini, komputer lama bisa kembali berfungsi dengan performa yang lebih ringan dan responsif.

Performa Ringan, Tapi Ada Batasan

Salah satu keunggulan utama ChromeOS Flex USB Kit adalah performanya yang cepat. Waktu booting diklaim kurang dari 10 detik, berkat sistem yang mengandalkan komputasi berbasis cloud. Hal ini membuat perangkat lama terasa lebih segar untuk aktivitas dasar seperti browsing, streaming, dan pekerjaan kantor ringan.

Namun, ada sejumlah keterbatasan. ChromeOS Flex tidak mendukung aplikasi Android, sehingga kurang ideal bagi pengguna yang membutuhkan software berat atau ekosistem aplikasi yang lebih luas seperti di Windows.

Dorong Pengurangan Limbah Elektronik

Selain faktor biaya, solusi ini juga membawa dampak lingkungan. Saat ini, produksi sampah elektronik global mencapai sekitar 61 juta ton per tahun. Dengan memperpanjang usia perangkat lama, kebutuhan produksi perangkat baru dapat ditekan.

Google juga menyebut sistem ini lebih hemat energi, dengan konsumsi daya sekitar 19% lebih efisien dibandingkan sistem operasi sejenis. Efisiensi ini berpotensi mengurangi emisi karbon secara signifikan dalam jangka panjang.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *