Laba Bersih Medco Energi 2025 Anjlok 72%, Tertekan Harga Komoditas dan Beban Operasional

Laba Bersih Medco Energi
Sumber Foto : Canva

Laba bersih Medco Energi 2025 tercatat sebesar 101 juta dolar AS, merosot tajam 72,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 367 juta dolar AS. Penurunan ini dipicu oleh melemahnya harga komoditas, berkurangnya kontribusi dari Amman Mineral Internasional, serta sejumlah beban operasional dan non-kas.

CEO Roberto Lato menyatakan, meskipun laba tertekan, perusahaan tetap mencatatkan kinerja operasional yang solid sepanjang tahun. Medco berhasil membukukan total imbal hasil pemegang saham hingga 27 persen, dengan distribusi sekitar 110 juta dolar AS kepada investor.

Dari sisi operasional, perusahaan mencatat EBITDA sebesar 1,264 miliar dolar AS, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Stabilitas ini dicapai di tengah penurunan harga minyak rata-rata dari 78 dolar AS per barel menjadi 67 dolar AS per barel.

Produksi Naik, Investasi Tetap Agresif

Kinerja produksi minyak dan gas justru menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, produksi mencapai 156 ribu barel setara minyak per hari (mboepd), bahkan sempat melampaui 170 mboepd di akhir tahun. Peningkatan ini didorong oleh produksi perdana dari Lapangan Terubuk dan Forel, serta performa kuat di Oman Block 60 dan PSC Corridor.

Belanja modal menjadi salah satu faktor pendukung utama. Perusahaan menggelontorkan sekitar 437 juta dolar AS untuk sektor hulu, termasuk pengembangan sumur dan peningkatan kapasitas fasilitas produksi. Sementara itu, biaya produksi tetap efisien di kisaran 8,6 dolar AS per barel setara minyak.

Di sisi lain, utang konsolidasi meningkat menjadi 3,646 miliar dolar AS. Kenaikan ini terutama digunakan untuk akuisisi FPSO Marlin Natuna dan pengembangan proyek energi, termasuk pembangkit listrik berbasis gas dan energi terbarukan. Meski demikian, rasio utang bersih terhadap EBITDA masih berada di level 2,0 kali, sesuai target perusahaan.

Likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan posisi kas sebesar 633 juta dolar AS, meskipun turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 697 juta dolar AS.

Ekspansi dan Energi Terbarukan Jadi Fokus

Direktur Utama Hilmi Panigoro menegaskan bahwa perusahaan terus memperluas portofolio bisnis, khususnya di Sumatra. Medco meningkatkan kepemilikan di PSC Corridor menjadi 70 persen, serta memperbesar partisipasi di PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40 persen. Selain itu, perusahaan juga mengakuisisi 45 persen hak operasi di PSC Sakakemang.

Langkah ekspansi berlanjut hingga regional. Pada 31 Maret 2026, Medco menandatangani PSC Cendramas yang menandai kembalinya perusahaan ke Malaysia sebagai operator blok migas lepas pantai.

Di segmen ketenagalistrikan, penjualan listrik mencapai 4.371 GWh, dengan sekitar 25 persen berasal dari sumber energi terbarukan. Investasi sebesar 35 juta dolar AS dialokasikan untuk proyek seperti Pembangkit Panas Bumi Ijen dan PLTS Bali Timur.

Meski laba bersih Medco Energi 2025 mengalami tekanan, manajemen tetap optimistis menghadapi tahun berikutnya. Perusahaan menargetkan peningkatan produksi minyak dan gas serta penjualan listrik guna mencetak kinerja yang lebih tinggi pada 2026.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *