Kinerja Bank QNB Indonesia 2025 Tumbuh, Aset Capai Rp13,2 Triliun

PT Bank QNB Indonesia Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan total aset mencapai Rp13,2 triliun, naik 3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja Bank QNB Indonesia 2025 juga ditopang pertumbuhan kredit yang melesat hingga 18 persen secara tahunan.

Direktur Utama Bank QNB Indonesia, Nick Groene, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat, sekaligus mempertahankan kualitas aset dan likuiditas di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Selain peningkatan aset, bank juga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp50,8 miliar. Dana pihak ketiga (DPK) turut tumbuh 11 persen, menunjukkan kepercayaan nasabah yang tetap kuat terhadap kinerja perseroan.

Kredit Tumbuh di Atas Industri

Pertumbuhan kredit bersih Bank QNB Indonesia tercatat jauh melampaui rata-rata industri perbankan nasional. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan nasional hanya tumbuh sekitar 9,6 persen secara tahunan.

Kinerja tersebut didorong oleh penyaluran pembiayaan ke sektor informasi dan komunikasi, manufaktur, serta jasa keuangan dan asuransi. Fokus pada sektor strategis ini menjadi bagian dari upaya perseroan memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Sejalan dengan tren keberlanjutan, perseroan juga mulai menyalurkan kredit berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance). Langkah ini menjadi tonggak awal dalam mendukung praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab di Indonesia.

Kualitas Aset dan Likuiditas Terjaga

Dari sisi risiko, rasio kredit bermasalah (NPL) bruto berhasil ditekan menjadi 2,2 persen, turun dari 2,7 persen pada tahun sebelumnya. Penurunan ini diikuti dengan berkurangnya kebutuhan provisi, yang menandakan pengelolaan aset yang semakin efektif.

Likuiditas bank juga berada dalam kondisi kuat. Rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) tercatat sebesar 119,95 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) mencapai 140,40 persen, keduanya melampaui ambang batas minimum regulator sebesar 100 persen.

Memasuki 2026, Bank QNB Indonesia akan memprioritaskan penguatan bisnis perbankan korporasi dan institusional, serta memperluas kapabilitas digital. Perseroan juga akan memanfaatkan jaringan regional QNB Group untuk membuka peluang perdagangan dan investasi lintas negara.

Dengan fundamental yang solid dan arah strategi yang semakin jelas, manajemen optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan kredit Bank QNB sekaligus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko.

Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com

Share it :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *