Pemerintah resmi menerbitkan Inpres Jagung 2026 sebagai langkah memperkuat stok jagung nasional sekaligus menjaga kesejahteraan petani. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyebut beleid ini menargetkan pengadaan 1 juta ton jagung dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp5.500 per kilogram.
Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tersebut mengatur pengadaan jagung dalam negeri sepanjang tahun 2026, dengan kriteria jagung siap panen dan kadar air 18–20 persen. Penugasan pengadaan ini diberikan kepada Perum Bulog guna memperkuat Cadangan Jagung Pemerintah (CJP).
Untuk periode 2027 hingga 2029, volume pengadaan akan ditentukan melalui rapat koordinasi pangan tahunan. Pemerintah menegaskan kebijakan ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap petani sekaligus menjaga stabilitas pasokan dalam negeri.
Amran menilai kebijakan ini sejalan dengan arah pemerintah dalam mempertahankan swasembada jagung, khususnya untuk kebutuhan pakan ternak. Ia menyebut impor jagung pakan saat ini telah mencapai nol persen, menandakan keberhasilan produksi domestik.
Produksi Surplus, Stok Terus Diperkuat
Data Badan Pusat Statistik mencatat produksi jagung pipilan kering pada 2025 mencapai 16,16 juta ton, sementara kebutuhan nasional sekitar 15,23 juta ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 0,93 juta ton yang menjadi peluang untuk memperkuat cadangan nasional.
Sepanjang 2025, pengadaan jagung dalam negeri oleh Bulog mencapai 101 ribu ton. Sementara penyaluran melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan telah menyentuh 51,2 ribu ton untuk ribuan peternak di 17 provinsi.
Memasuki 2026, realisasi pengadaan menunjukkan lonjakan signifikan. Hingga awal April, pengadaan telah mencapai 125,2 ribu ton atau meningkat lebih dari 120 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Stok CJP pun kini berada di level 168 ribu ton.
Fokus Stabilitas Harga dan Dukungan Peternak
Pemerintah juga menyiapkan penyaluran CJP melalui operasi pasar maupun distribusi khusus bagi peternak. Total alokasi penyaluran ditetapkan sebesar 242 ribu ton untuk membantu sektor peternakan memperoleh jagung dengan harga terjangkau.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, memastikan program SPHP jagung pakan siap dijalankan dalam waktu dekat. Program ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga komoditas turunan seperti telur dan daging ayam.
Penetapan penerima program akan dilakukan melalui proses verifikasi bersama antara Bapanas dan Kementerian Pertanian, guna memastikan bantuan tepat sasaran bagi peternak unggas maupun nonunggas.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com






