Unilever dan McCormick resmi merger bisnis makanan dalam kesepakatan bernilai sekitar 65 miliar dolar AS atau lebih dari Rp1.000 triliun, menjadikannya salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri pangan global. Langkah ini akan membentuk perusahaan baru dengan valuasi raksasa dan memperkuat posisi di pasar makanan kemasan dunia.
Dalam kesepakatan tersebut, Unilever tetap mempertahankan kepemilikan sebesar 9,9% di entitas gabungan. Namun, perusahaan asal Inggris itu berencana melepas sahamnya secara bertahap satu tahun setelah transaksi rampung. Penggabungan ini tidak mencakup sejumlah aset tertentu, termasuk operasi Unilever di India.
Merger Unilever McCormick juga menandai perubahan besar dalam arah bisnis Unilever. Perusahaan yang dikenal luas melalui produk makanan dan kebutuhan rumah tangga ini mulai mengurangi fokusnya pada sektor pangan, yang justru menjadi fondasi awal berdirinya lebih dari satu abad lalu.
Dari Bisnis Mentega ke Raksasa Global
Sejarah Unilever bermula pada 1860, saat keluarga Jurgens di Belanda memulai bisnis mentega yang berkembang pesat. Inovasi margarin oleh Hippolyte Mège-Mouriès pada 1869 menjadi titik penting, yang kemudian diadopsi dan dikembangkan oleh pelaku usaha lain seperti keluarga Van den Bergh.
Konsolidasi bisnis margarin di Eropa terjadi pada 1927 melalui pembentukan Margarine Unie. Tiga tahun kemudian, perusahaan tersebut bergabung dengan Lever Brothers—produsen sabun asal Inggris—membentuk Unilever, salah satu merger terbesar di Eropa pada masanya.
Seiring waktu, Unilever memperluas portofolio ke berbagai lini makanan. Akuisisi merek seperti Birds Eye pada 1940-an membuka jalan ke pasar makanan beku. Produk inovatif seperti kacang polong beku dan fish fingers bahkan menjadi bagian penting konsumsi masyarakat Inggris.
Pada dekade berikutnya, Unilever juga memperkuat riset nutrisi dan inovasi pangan melalui pembentukan lembaga penelitian khusus di Belanda. Langkah ini mempertegas posisinya sebagai salah satu pemain utama di industri makanan global, hanya di bawah Nestlé.
Namun, melalui merger bisnis makanan global dengan McCormick, Unilever kini mengisyaratkan perubahan strategi jangka panjang. Fokus perusahaan diperkirakan akan bergeser ke segmen lain yang dinilai lebih menjanjikan, seperti produk perawatan pribadi dan kesehatan.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com