Microsoft, Chevron, dan Engine No. 1 meneken kesepakatan eksklusif untuk menjajaki penyediaan listrik bagi kebutuhan pusat data kecerdasan buatan (AI). Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mengamankan pasokan listrik AI seiring lonjakan kebutuhan energi dari ekspansi data center skala besar.
Ketiga pihak menyatakan belum ada kesepakatan final maupun rincian komersial yang disepakati. Namun, pembicaraan difokuskan pada pengembangan pembangkit listrik berbasis gas alam yang akan memasok energi ke fasilitas pusat data di Amerika Serikat.
Proyek tersebut dikabarkan berlokasi di Texas Barat dengan nilai investasi sekitar 7 miliar dolar AS. Fasilitas ini diproyeksikan memiliki kapasitas awal hingga 2.500 megawatt, cukup untuk menopang operasional satu kawasan data center besar. Target operasional awal ditetapkan pada 2027.
Proyek Energi untuk Lonjakan Data Center AI
Chevron sebelumnya telah menggandeng Engine No. 1 untuk membangun pembangkit listrik berbasis gas yang ditempatkan dekat pusat data. Dalam proyek ini, keduanya berencana menggunakan turbin dari GE Vernova guna memastikan efisiensi dan stabilitas pasokan energi.
Langkah ini mencerminkan tren baru di industri teknologi, di mana perusahaan seperti Microsoft berlomba mengamankan sumber energi mandiri. Hal ini dipicu oleh meningkatnya kebutuhan listrik untuk menjalankan layanan AI seperti ChatGPT dan Copilot yang terus berkembang pesat.
Di sisi lain, Microsoft juga dilaporkan telah menyewa proyek pusat data di Texas yang sebelumnya dikembangkan untuk Oracle dan OpenAI. Langkah tersebut memperkuat posisi perusahaan dalam memperluas infrastruktur AI sekaligus memastikan ketersediaan energi yang stabil.
Kerja sama ini menegaskan bahwa akses terhadap energi kini menjadi faktor krusial dalam persaingan teknologi global, terutama dalam pengembangan layanan berbasis kecerdasan buatan yang semakin intensif daya.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com