Performa keuangan Beyond Meat kembali tertekan pada kuartal keempat, dengan penjualan yang meleset dari ekspektasi analis serta kerugian operasional yang membengkak akibat lemahnya permintaan daging nabati.
Perusahaan mencatat pendapatan sebesar 61,6 juta dolar AS, turun 19,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan berada di bawah proyeksi pasar sebesar 62,6 juta dolar AS. Di saat yang sama, kerugian EBITDA yang disesuaikan mencapai 69 juta dolar AS—jauh lebih besar dari perkiraan analis yang hanya sekitar 19,8 juta dolar AS.
Tekanan ini juga berdampak pada pergerakan saham, yang turun sekitar 8% dalam perdagangan setelah jam bursa. Selain itu, perusahaan memperkirakan pendapatan kuartal pertama hanya berada di kisaran 57–59 juta dolar AS, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 66,8 juta dolar AS.
Permintaan Daging Nabati Melemah
CEO Ethan Brown menyebut kinerja tersebut dipengaruhi oleh berbagai hambatan di industri daging nabati, termasuk penurunan minat konsumen serta dampak biaya dari restrukturisasi internal.
Dalam beberapa waktu terakhir, produk berbasis nabati kehilangan daya tarik awalnya. Konsumen yang lebih sensitif terhadap harga cenderung beralih ke produk hewani segar yang lebih murah dibandingkan alternatif olahan berbasis tanaman yang relatif mahal.
Masalah Internal Tambah Tekanan
Selain tantangan pasar, Beyond Meat juga menghadapi persoalan internal. Perusahaan menunda publikasi laporan tahunan setelah menemukan kelemahan dalam sistem pengendalian inventaris, termasuk masalah stok berlebih dan produk usang.
Sebelumnya, laporan keuangan kuartal ketiga juga sempat ditunda karena evaluasi terkait penurunan nilai aset. Perusahaan bahkan telah menarik target penjualan tahunan sejak pertengahan tahun lalu, mencerminkan ketidakpastian bisnis yang semakin besar.
Padahal, Beyond Meat sempat mencatat pertumbuhan pesat sejak debut publiknya pada 2019, didorong oleh inovasi produk dan strategi pemasaran agresif. Namun, kondisi pasar saat ini menunjukkan bahwa momentum tersebut mulai meredup di tengah perubahan preferensi konsumen dan tekanan biaya produksi.
Masih banyak artikel menarik lainnya yang bisa Anda baca. Temukan pilihan topik terbaik kami di roledu.com